Anews. Universitas Islam Negeri Mataram terus memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan terbuka. Sebagai langkah percepatan, Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag. membentuk “Tim Sangkuriang”, tim khusus yang ditugaskan mempercepat penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP) sekaligus mempersiapkan UIN Mataram menghadapi Evaluasi dan Monitoring (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2026.
Dalam pembentukan Tim Sangkuriang menjadi bentuk keseriusan pimpinan UIN Mataram untuk bergerak cepat dan terukur menuju target Kampus Informatif. Tim ini akan bekerja secara intensif dengan melibatkan berbagai unit kerja untuk menginventarisasi, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta memastikan informasi publik yang menjadi kewenangan masing-masing unit tersedia dan terdokumentasi dengan baik.
Secara langsung, Rektor UIN Mataram menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dari tata kelola universitas modern. Komitmen tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan Menteri Agama RI agar seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bergerak bersama memperkuat keterbukaan informasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“ Kita harus tegak lurus mengikuti arahan Bapak Menteri Agama. Seluruh PTKIN harus bergerak bersama menuju Kampus Informatif. Karena itu, UIN Mataram harus bekerja serius, terukur, dan memberikan ikhtiar terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, sekretaris PPID UIN Mataram, H. Sapardi, S.E., M.M., menjelaskan bahwa Tim Sangkuriang akan bekerja secara maraton selama satu bulan. Tim tersebut ditargetkan menuntaskan berbagai indikator penting yang menjadi bagian dari penilaian keterbukaan informasi publik. Seluruh pekerjaan akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan unit-unit kerja di lingkungan UIN Mataram.
“ Tim ini akan bekerja maraton selama satu bulan. Kita harus menuntaskan indikator-indikator penting yang menjadi bagian dari penilaian. Karena itu, pekerjaan harus dilakukan secara terukur, cepat, dan melibatkan seluruh unit kerja,” jelas H. Sapardi.
Tim Sangkuriang sebegai langkah awalnya, melaksanakan Workshop Penyusunan Daftar Informasi Publik selama dua hari, Jumat–Sabtu. Workshop ini difokuskan pada penyamaan persepsi, inventarisasi informasi, serta pemetaan jenis informasi yang wajib tersedia bagi masyarakat. Dalam penyusunan DIP tersebut terdapat empat kelompok utama, yakni informasi berkala, informasi setiap saat, informasi serta-merta, dan informasi yang dikecualikan.
Ketua PPID UIN Mataram Prof. Dr. H. Muhammad Saleh menyampaikan optimisme bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum peningkatan capaian UIN Mataram dalam program E-Monev Keterbukaan Informasi Publik yang dilaksanakan oleh Komisi Informasi Republik Indonesia. Tahun ini merupakan tahun kedua UIN Mataram mengikuti program tersebut, sehingga pengalaman sebelumnya menjadi modal penting untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas layanan informasi publik.
” Keberhasilan menuju Kampus Informatif tidak dapat dibebankan hanya kepada PPID. Diperlukan keterlibatan seluruh fakultas, unit kerja, dan sivitas akademika untuk membangun ekosistem informasi yang tertib, terbuka, responsif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Prof. Muhammad Saleh.
