Ketua PTKIN Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag. suksekan Zikir dan Doa Kebangsaan HUT RI ke-81
Terjemahan

Anews. Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., turut mengambil peran dalam menyukseskan rangkaian Zikir dan Doa Kebangsaan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dihadiri sekitar 100 ribu jamaah dari berbagai daerah dan latar belakang agama di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Rektor UIN Mataram bersama jajaran pimpinan PTKIN menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi keagamaan terhadap agenda Kementerian Agama dalam memperkuat spiritualitas kebangsaan, kerukunan umat beragama, serta persatuan nasional.

“Zikir dan doa kebangsaan merupakan ikhtiar spiritual sekaligus ruang untuk memperkuat persaudaraan kebangsaan. PTKIN harus hadir dan mengambil bagian dalam setiap ikhtiar yang mempertemukan nilai keagamaan, kemanusiaan, kebangsaan, dan persatuan Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gebyar Sekolah Penggerak Angkatan 1 TK/PAUD-SD-SMP Lotim

Prof. Masnun Tahir menegaskan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk mempertemukan nilai agama, kebangsaan, dan tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjaga masa depan Indonesia. Perguruan tinggi keagamaan memiliki posisi strategis dalam menerjemahkan pesan kerukunan dan moderasi beragama ke dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta keteladanan sosial. Sebagai Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Masnun juga mendorong seluruh PTKIN untuk terus menjadi pusat pengembangan Islam yang moderat, inklusif, dan responsif terhadap berbagai tantangan kebangsaan.

“ PTKIN tidak boleh hanya menjadi pusat produksi ilmu pengetahuan. Kampus keagamaan harus menjadi rumah moderasi, laboratorium kerukunan, dan pusat lahirnya gagasan-gagasan yang memperkuat Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga :  Gempa Tektonik Kembali Terjadi

Untuk Zikir dan Doa Kebangsaan yang dihadiri sekitar 100 ribu peserta tersebut menjadi salah satu momentum besar dalam rangka menyambut 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Prof. Masnun menilai pesan tersebut memiliki relevansi kuat dengan tanggung jawab perguruan tinggi. Spiritualitas harus mampu melahirkan transformasi sosial, sementara ilmu pengetahuan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa.

“ Perbedaan tidak boleh menjauhkan kita. Justru perguruan tinggi harus menjadi ruang tempat keberagaman dikelola melalui ilmu pengetahuan, dialog, moderasi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Inilah kontribusi PTKIN untuk Indonesia,” ujarnya.

Forum Rektor PTKIN membawa satu semangat bersama: mengetuk langit dengan doa, menguatkan Indonesia dengan ilmu, dan membangun masa depan bangsa melalui pengabdian dari Monas.

Baca Juga :  Bupati Kukuhkan Pengurus LPTQ Kabupaten Lombok Timur

Sumber : Humas UINMataram.ac.id

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai