Anews. Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin memperkuat posisinya di pasar global. Baru-baru ini, delegasi mitra dagang dari Jepang melakukan kunjungan strategis ke wilayah bumi Dayan Gunung untuk menjajaki kerja sama sektor pertanian dan perdagangan.
Kunjungan ini berfokus pada dua komoditas unggulan: Kopi Spesialti dan Produk Pertanian Organik. Mengingat standar ketat pasar Jepang terhadap aspek kesehatan dan keberlanjutan, kualitas produk dari desa-desa di Lombok Utara dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar Negeri Sakura.
Poin Penting Kunjungan:
Standarisasi Organik: Mitra Jepang memberikan pendampingan terkait sertifikasi organik agar produk petani lokal memenuhi standar ekspor internasional.
Digitalisasi Transaksi: Adopsi sistem pembayaran lintas negara (QRIS) mulai diperkenalkan untuk memudahkan transaksi belanja turis dan pebisnis Jepang yang berkunjung ke destinasi wisata seperti Gili Trawangan.
Peluang Investasi: Selain perdagangan produk, kunjungan ini membuka peluang investasi pada teknologi pengolahan pascapanen guna meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Pemerintah Daerah berharap kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mempererat hubungan bilateral yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat Lombok Utara.
“Kami melihat potensi alam Lombok Utara sangat luar biasa. Produk organik dari sini adalah apa yang dicari oleh konsumen di Jepang saat ini.” — Perwakilan Delegasi Jepang.
Mungkin Menarik :
- Pergerakan Perlinsos Lotim Tertinggi Nasional, 101 Ribu KK Sudah Terdata
- Bupati Lombok Timur Lepas 80 Kontingen Jambore Nasional XII ke Cibubur
- Jeruk Manis Festival IV Digelar
- DPRD Lotim Dorong Tambahan Dana Transfer Pusat untuk Pembangunan 2027
- Pemprov NTB Matangkan Persiapan Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026
- Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, Tegaskan Kesiapan UIN Mataram Mengikuti SDGs Action Awards 2026
- Pemprov NTB–ParTha Bangun Model Baru Pencegahan TPPO
