Lotim Anggarkan Rp 3,5 Miliar untuk Insentif Guru Ngaji
Terjemahan

Anews. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar pada 2026 untuk insentif guru ngaji dan marbot. Anggaran tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2 miliar.

‎Dana insentif itu disalurkan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah ke masing-masing rekening penerima. Kepala Bagian Kesra Lombok Timur, Jamali, juga membenarkan adanya kenaikan alokasi anggaran tersebut.

“Untuk 2026 ini anggaran insentif guru ngaji dan marbot sebesar Rp 3,5 miliar. Tahun lalu hanya Rp 2 miliar,” kata Jamali saat dikonfirmasi, Jumat, 20 Februari 2026.

‎Menurut Jamali, terdapat 2.253 guru ngaji dan marbot yang masuk dalam data penerima. Namun, pihaknya masih terus melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima yang telah mendapatkan insentif pada 2025.

‎Ia mengatakan proses verifikasi penting dilakukan karena tidak menutup kemungkinan ada penerima yang sudah tidak aktif atau meninggal dunia. “Kita pastikan yang menerima benar-benar aktif dan masih menjalankan tugasnya,” ujarnya.

‎Jamali menambahkan, guru ngaji yang berhak menerima insentif harus terdata di tingkat kecamatan serta aktif mengajar. Pemerintah kecamatan diminta melakukan pendataan secara menyeluruh dan tidak sekadar menyalin data lama.

‎“Kami sudah minta pihak kecamatan agar benar-benar melakukan pendataan ulang. Jangan hanya data copy paste seperti data tahun sebelumnya,” kata dia.

‎Ke depan, proses pendataan juga akan melibatkan relawan sebelum dilakukan verifikasi akhir oleh pemerintah kabupaten. Meski kuota penerima insentif terbatas, Jamali menegaskan pendataan tetap harus dilakukan secara akurat dan transparan.

Pemerintah daerah berharap peningkatan anggaran tersebut dapat menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap peran guru ngaji dan marbot masjid dalam pembinaan keagamaan di masyarakat.

Baca Juga :  Menjelang Lebaran Pemkab Lotim Gelar OPS Bebas Covid-19 Di Perbatasan

Sleain itu ia juga mengingatkan kepada guru ngaji yang ingin memperluas tempat mengaji atau melakukan renovasi terhadap  tempat mengajar mengaji untuk dapat mengusulkan proposal ke Kesra Lotim.

“Saya melihat model bansos bapak bupati yang harus dicairkan bulan puasa ini ada untuk TPQ, Mushalla, masjid, dan untuk TPQ akan diberikan bantuan biasa (bansos) atau hibah, entah itu nanti dipergunakan untuk memperbaiki tempat mengaji dan itu bisa dan dalam hal ini kesra sangat terbuka dan silahkan para guru ngaji usulkan proposalnya,” ucap singkatnya

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments