Tanggapan Kontraktor Pelaksana Proyek Rehab Dermaga Pelabuhan Labuhan Haji
Terjemahan

AmpenanNews. Kontraktor pelaksana proyek rehab dermaga pelabuhan labuhan haji dalam hal ini CV.Asalita Family, berikan tanggapan terkait dengan adanya kerusakan pada dermaga pelabuhan labuhan haji setelah disandari tongkang bermuatan cangkang sawit pada satu bulan lalu.

Kepada media, Fikri selaku pihak CV.Asalita Family atau selaku kontraktor pelaksana proyek rehab dermaga pelabuhan labuhan haji tahun anggaran 2022, menyampaikan bahwa kerusakan pada proyek rehab dermaga Pelabuhan Labuhan Haji pada 1 bulan lalu itu lebih disebabkan oleh cuaca.

Proyek Rehab Dermaga Pelabuhan Labuhan Haji oleh CV.Asalita Family,

Pada saat ada aktifitas sandar atau bongkar muat cangkang sawit dipelabuhan labuhan haji, pada saat itu posisi air laut dalam keadaan surut, sehinngga kapal tongkang yang bersandar menghantam fender dari bawah.

“Akibat dari aktifitas sandar pada saat air laut surut tersebut mengakibatkan beberapa titik pasangan beton tempat terpasangnya karet fender dermaga terlepas atau tercopot dari tempatnya, lanjutnya Kenapa bisa terlepas karena akibat hantaman tongkang dari bawah” katanya, saat dikonfirmasi media melalui telepon, Kamis (10/8).

Baca Juga :  Distribusi Sapi Eksotik ke 22 Kelompok Ternak di Lotim Telah Rampung

Masih kata Fikri, pasangan karet fender pada dermaga itu akan aman kalau benturan tidak terjadi dari bawah. Tapi ini karena dihantam dari bawah oleh tongkang akibat pengaruh pasang surut air laut waktu itu sehingga menjadi rusak.

Kendati demikian, kerusakan fender dermaga dari aktifitas lalu tersebut saat ini tengah diperbaiki, mengingat pekerjaan itu masih dalam masa pemeliharaan kontraktor sampai dengan Desember 2023.

 

Terkait kerusakan dermaga akibat aktivitas bongkar muat tersebut, pihak kontraktor pelaksana juga sempat berkoordinasi dengan pemilik kapal tongkang dan pengusaha cangkang, tapi menurut pengakuan dari Fikri, mereka lepas tangan.

 

 

“Padahal penyebab kerusakan karena aktifitas bongkar muat barang” kata bebernya.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Tetap Banding Setelah PT. NSL Menang Gugatannya di PN

Ia juga menjelaskan kerusakan pada dermaga tersebut tidak ada kaitannya dengan kualitas proyek.

Proyek Rehab Dermaga Pelabuhan Labuhan Haji oleh CV.Asalita Family,

“Tidak ada kaitannya dengan kualitas proyek insyaallah, karena waktu mengerjakan selalu mengikuti sesuai dengan spesifikasi dan bestek yang ada, cuman waktu itu kapal yang bersandar menghantam dari bawah dan untung dermaganya tidak roboh dan perbaikan yang kita kerjakan hari ini lebih dari spesipikasi, itu kita lakukan karena kejadian itu” ungkapnya.

Adapun besaran anggaran rehab dermaga tahun 2022 lalu mencapai Rp. 3 Miliar, dan adapun item yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana diantaranya peninggian plat lantai dermaga dan peninggian fender dari 1,5 meter menjadi 3 meter.

“Dengan anggaran Rp.3 Miliar itu, bukan dermaga saja yang dikerjakan termasuk mercusuar dan juga pasangan batu”

Baca Juga :  Kementerian PUPR Prioritaskan Korban Banjir Bandang Sambelia

Sementara itu menaggapi adanya statmen dari ketua PGK NTB Hendra Saputra, yang terus mendesak APH untuk dapat mengatensi pekerjaan tersebut dengan serius, Fikri, menanggapi statmen ketua PGK dengan santai.

“Dalam pekerjaan ini kami tetap mengacu kepada Bestek, akan tetapi karena alam yang anu penyebabnya sehingga fender itu rusak, terus pihak yang punya tongkang dan pengusaha cangkakng sawit sepertinya tidak mau menanggapi kami (Kontraktor) padahal kita sudah ketemu” ucap singkatnya.

 

Subscribe
Notify of
guest

1 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments
Edi
Edi
2 bulan lalu

Jika Tongkang menghantam Fender dari bawah, padahal fender sdh dirubah dari 1500 menjadi 3000 mestinya nggak akan mungkin dihatam tongkang dari bawah.
Yang menjadi pertanyaan berapa Pasut di Kolam Labuh pelabuhan labuhan haji.
Juga perlu dicek kualitas fender itu sendiri