Gubernur NTB Terima Silahturahmi Investor Udang dari Malaysia
Terjemahan

AmpenanNews. Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silahturahmi Investor Malaysia di Ruang Kerja Pendopo Gubernur pada Jumat (30/09).

Pulau Sumbawa adalah wilayah nomor satu penghasil udang terbesar di seluruh Indonesia. Sehingga potensi daerah ini sangat besar jika pengembangan budidaya udang dilakukan hingga tahap ekspor dapat membantu perekonomian daerah hingga kemajuan industrialiasi.

Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan selama rencana bisnis ini masuk akal, Pemprov NTB akan selalu terbuka untuk itu. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Silahturahmi bersama Investor Malaysia di Ruang Kerja Pendopo Gubernur pada Jumat (30/09).

“Saya tau tidak mudah untuk mengakses daerah tersebut sehingga apapun yang dibutuhkan dalam pengembangan budidaya ini saya jamin untuk membantu”, tutur Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB.

Baca Juga :  Bappenas RI Siap Bantu Kembangkan STIPark dan Gesa Pembangunan Smelter

Kudian menurut Investor dari Malaysia, Mr. Steven menyampaikan bahwa Sumbawa merupakan tempat yang bagus dan strategis untuk digunakan sebagai pemberdayaan ekspor udang dan tentunya akan memberikan keuntungan bagi pemerintah setempat.

“Kami sudah mengidentifikasi lokasinya. Kami punya lahan seluas 18 hektar di Sumbawa dan sebagian akan digunakan untuk tambang udang termasuk fasilitas yang akan digunakan untuk ekspor. Rencananya produksi akan kita buat dekat lahan pembibitannya jadi masih fresh”, ungkapnya.

Steven berpendapat bahwa dari hasil research bersama KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) Indonesia 2 tahun lalu, produksi udang di Indonesia sangat besar tapi kualitasnya masih sangat buruk.

“kami ingin mengatasi masalah tersebut, dari segi transportasinya, pemberian protein yang baik dan segala sesuatu yang sudah kita bahas 2 tahun yang lalu kedepannya kita bisa ekspor sampai ke singapura”, pungkasnya.

Baca Juga :  Madu Trigona Jadi Primadona Industrialisasi Sumbawa

Kemudian Steven juga berharap dengan rencana investasi sebesar 500 juta US Dollar ini diharapkan pemerintah dapat menjamin bahwa proses perencanaan ini terhindar dari adanya sabotase atau mafia dibalik petani udangnya nanti.

Dikesempatan yang sama, Konsultan Hukum & Investor Lawyer, Mahfud, menjelaskan bahwa investor dari Malaysia ini datang untuk mengembangkan budidaya udang dari hilir ke hulu, jadi proses mulai dari pembibitan hingga di ekspornya nanti mereka yang tangani.

“untuk pembibitan udang sudah mulai berjalan tinggal ekspornya saja, kita harap selanjutnya bisa berkembang ke perikanan secara keseluruhan”, ucapnya.

 


Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments