UMKM Pamer Produk di Roadshow Industrialisasi Gubernur NTB Tinjau Stand

AmpenanNews. Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menyambut baik pameran produk dan komoditi di Festifal Bima Ramah yang dirangkai dengan roadshow dan talshow industrialisasi Pemerintah Provinsi NTB, mengusung tema Strategis Peningkatan Kualitas Komoditi Unggulan dan Diversifikasi Produk Turunannya di Kabupaten Bima.

Para pelaku usaha merasa senang ketika Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dan Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, meninjau langsung produk yang dijual sejumlah pelaku UMKM.

“Kabupaten Bima, memiliki produk dan komoditi Unggul, maka harus diolah dengan sentuhan industrialisasi, agar memiliki nilai jual,”pesan Gubernur saat mengunjungi puluhan stand UMKM, Kamis (15/9/2022) di Taman Panda Kabupaten Bima.

Untuk Produk UMKM seperti bawang, kemudian produk tenun di Bima, memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lain. Termasuk sarung (Tembe) Nggoli yang menjadi ciri khas dana Mbojo.

Bukan hanya di pameran expo fashion dan produk kuliner saat kunker di Kota Bima, Gubernur NTB membeli sarung Nggoli, tapi di expo UMKM Kabupaten Bima, Ia juga kembali membeli tenun khas tembe Nggoli.

Seorang pelaku UMKM yang bergerak sektor fashion tenun, Shanty (31) asal Tonggorisa kecamatan Palibelo, merasa senang saat ada pameran dan kegiatan seperti ini.

“Apalagi tadi, tembe Nggoli dibeli langsung Pak Gubernur, kami bangga dan termotivasi untuk terus mengembangkan produk turunan selain sarung,”jelas Shanty.

Pada saat Gubernur NTB, mencoba mencicipi susu kedelai yang sudah dikemas dalam botol.

“Senang dan bangga dipuji produk kami,”ujar Desi ASN pendamping dan membina kelompok usaha Kabupaten Bima.

Gubernur didampingi juga oleh sejumlah Kepala OPD terkait dan Dirut bank NTB, meninjau semua stand dan menyemangati pelaku usaha untuk terus berbenah dan terus tingkatkan kualitas produknya.

 

Tags
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close