HPI Lombok Tengah Mulai Persiapkan diri Sambut WSBK Tahun 2022

AmpenanNews.com – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pariwisata Indonesia (DPC HPI) Kabupaten Lombok Tengah saat ini sedang mempersiapkan beberapa hal untuk menyambut event internasional di kawasan ekonomi khusus (KEK Mandalika).

Mengingat, jadwal penyelenggaraan World Superbike (WSBK) kini telah dirilis yakni pada tanggal 11 – 13 November 2022 mendatang. Sehingga, sebagai pelaku wisata, HPI Lombok Tengah tidak ingin kecolongan dalam kesempatan berharga itu.

Ketua HPI Lombok Tengah Samsul Bahari, saat ditemui AmpenanNews.com mengatakan bahwa, pihaknya saat ini sangat siap dalam menyambut event kejuaraan dunia itu. Jika pada tahun lalu pihaknya masih kurang dilibatkan, maka pada tahun ini sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak diikut sertakan.

“Pada perinsipnya kami sudah sangat siap saat ini, bahkan kami sudah persiapkan beberapa hal,” kata Samsul, Pada Senin (1/8/2022).

Selain itu, Samsul juga membeberkan sejumlah persiapan yang saat ini pihaknya lakukan. Mulai dari mengurus izin lesensi, sampai ke peningkatan sumber daya manusia (SDM). Persiapan itu merupakan salah satu langkah untuk mematangkan persiapan dalam menyambut event – event yang hendak digelar di Mandalika.

Jika saat ini pelaku wisata hanya menguasai bahasa inggris saja. Maka untuk penggelaran event tahun ini pihaknya bisa ia pastikan telah menguasai beberapa bahasa. Sehingga tidak akan kesulitan dalam berkomunikasi dengan para tamu yang datang ke Lombok.

“Persatu Agustus ini kami sedang mengurus daftar ulang lesensi, dan belajar untuk menguasai bahasa asing. Seperti bahasa Italy dan bahasa pembalab lainnya,” ujar Samsul.

Disisi lain, seluruh persiapan yang ia lakukan itu murni swedaya dari para pelaku wisata. Walaupun memang, beberapa waktu yang lalu, pihaknya di DPD HPI NTB telah melakukan audiensi ke Komisi II DPRD NTB untuk meminta supaya anggaran yang diperuntukkan kepada pelaku wisata ini dapat terrealisasi dengan tepat. Bahkan, kalau bisa harus ditambah.

“Kita selama ini melakukan kegiatan murni dengan swadaya anggota. Karena anggaran selalu kena rekopusing akibat Covid-19,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah Provinsi NTB untuk lebih serius dalam peningkatan SDM pelaku wisata ini. Ia khuatirkan kejadian pada tahun lalu yang dialami oleh pelaku wisata terjadi kembali.

“Jangan sampai kita hanya dapat kulitnya saja seperti tahun lalu. Terus yang enak menikmati itu orang – orang besar ini saja,” pungkasnya. (di)

 

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close