Reses Lalu Ahyar, Fokus Penguatan Dan Digitalisaai Pengusaha

AmpenanNews.com – Reses atau masa penjaringan aspirasi masyarakat oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Lalu Ahyar, nampaknya di setiap wilayah memiliki beragam keinginan. Sebagian besar memang soal infrastruktur namun kali ini di Kecamatan Praya Barat malah lebih memfokuskan untuk mendukung penuh para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) mengingat hal ini merupakan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat melihat peluang pasar dan potensi wilayah.

Anggota DPRD Loteng, HL Muhamad Ahyar menyampaikan bahwa, pada pelaksanaan reses yang dilaksanakan ia yang turun lansung ke beberapa kelompok dan masyarakat di Desa Batujai, Penujak dan Desa yang baru saja mekar yakni Masjuring, yang merupakan pemekaran dari Desa Bonder di Kecamatan Praya Barat.

“Dengan situasi dan kondisi masyarakat saat ini bahkan saya lakukan reses lebih dari enam titik mengingat ini sangat penting untuk mengakomodir dan mengetahui semua aspirasi masyarakat, ” Ungkapnya.

Banyaknya para pelaku UKM kuliner, kerajinan, gerabah dan lainnya di wilayah Daerah pemilihannya tersebut di Kecamatan Praya Barat dan Praya Barat Daya. Membuatnya terus berfikir inovasi dan kemajuan yang harus difikirkan kedepan demi ekonomi dibtingakt masyarakat harus betul-betul di dukung oleh pemerintah.

Seperti halnya dengan pedagang kuliner malam yang diakuinya banyak di geluti di wilayahnya, seperti para pedagang lalapan baik di Kota Praya, Mataram hingga Lombok Timur yang berasal dari wilayahnya tersebut.

“Itu hampir satu kampung di Dusun Buntimbe, Dusun Kondang dan Dusun Tenandon di Desa Masjuring Kecamatan Praya Barat yang meinginkan adanya sentuhan kaitan penyediaan bahan baku seperti ayam, bebek, dan mengusulkan di lingkungannya ada peternakan skala kecil dalam rangka pemberdayaan masyarakat di kampungnya, ” Ungkapnya.

Sehingga, ia berharap semua dapat berjalan berkesinambungan dan dapat saling mendukung dalam pemenuhan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan para penjual lalapan di Dusun tersebut.

Selanjutnya adapun yang masih menginginkan peralatan kuliner kue dan perlengkapan lainnya oleh bu-ibu rumah tangga di Wilayah lainnya yang dengan keahlian sehari-harinya membuat kue untuk pemenuhan ekonomi keluarga menjadi penting juga diperhatikan sebagaimana yang ia dapati dalam penjaringan aspirasi tersebut.

“Emak-emak ini sebenarnya juga bagaiaman mereka dibimbing dalam akses berjualam kekinian seperti penjualan online berbasis aplikasi, seperti di gofood dan tempat jualan lainnya yang ngetren di handphone saat ini. Dan emak emak ini peka, namun terbatas dalam akses dan pengetahuan, ” Bebernya.

Semestinya, pemerintah turun lansung dengan pola memanggil dan mengundang serta dikumpulkan dengan pihak penyesia maupun pihak e-comerce ini, mengingat pentingnya moderenisasi dan digitalisai pelaku UKM.

Dikatakan juga oleh anggota Dewan Dapil IV loteng itu, beberapa gang yang belum tersentuh di Dusun-Dusun yakni jalan usaha tani yang juga diharapkan dapat memudahkan para petani dalam aktifitas pertaniannya.

Pembinaan pemuda melalui Karang Taruna Desa Penujak juga telah ia laksanakan dalam rangka memanfaatkan sampah menjadi pupuk kompos supaya daya kreatifitas para pemuda lebih terpacu yang kemudian akan melahirkan inovasi-inovasi dalam menumbuhkan wirausahawan muda baru.

” Adapun yang menjadi aspirasi masyarakat tersebut akan diikhtiarkan direalisasikan pada APBD murni 2023, mengingat dalam APBD Perubahan tahun ini ia melihat kondisi keuangan Daerah yang tidak memungkinkan,” tutupnya.

 

Tags
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close