Peluang Hujan Berkurang, NTB Memasuki Puncak Musim Kemarau

AmpenanNews. Peluang hujan semakin berkurang diwilayah NTB, ini menunjukkan bahwa puncak musim kemarau.

Pada kondisi terkini iklim wilayah NTB dari curah hujan di wilayah NTB pada dasarian II Juli 2021, curah hujan di wilayah NTB pada dasarian II Juli 2021 umumnya berada pada kategori Rendah (0 – 50 mm per dasarian).

Tersebut curah hujan tertinggi terjadi di wilayah Banyu Urip Kabupaten Lombok Barat, dengan jumlah curah hujan sebesar 40 mm/dasarian.

Karena sifat hujan pada dasarian II Juli 2021 di wilayah NTB umumnya Bawah Normal (BN).

Untuk Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi NTB umumnya dalam kategori Pendek (6 – 10 hari) hingga Panjang (11 – 20 hari). HTH terpanjang terpantau di Pos Hujan Sape, Kabupaten Bima yaitu sepanjang 107 hari.

Sedangkan kondisi dinamika atmosfer indeks ENSO menunjukkan kondisi netral, diprediksi kondisi netral setidaknya akan berlangsung hingga awal tahun 2021.

Kemuduan dari Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi IOD netral dan diprediksi akan tetap netral yang berlangsung setidaknya hingga Januari 2022.

Pada saat ini, angin timuran secara umum menguat dan mendominasi wilayah Indonesia termasuk NTB dan diprediksi melemah pada bulan Oktober 2021.

Dari pergerakan MJO saat ini terpantau aktif di Fase 5 dan diprediksi masih akan aktif bergerak melewati Fase 6 hingga awal Agustus 2021.

Pada Anomali OLR menunjukkan wilayah konvektif basah saat ini terjadi di wilayah Indonesia bagian Utara, sedangkan wilayah Indonesia bagian Barat dan Selatan termasuk wilayah NTB dalam kondisi normal yang diprediksi bertahan hingga awal Agustus 2021.

Untuk kondisi suhu muka laut disekitar wilayah Indonesia termasuk NTB, saat ini terpantau berada pada kategori hangat.

Berdasarkan kondisi tersebut, pada akhir Juli 2021 peluang terjadinya hujan relatif sangat kecil di wilayah NTB.

Peluang terjadinya hujan pada dasarian III Juli 2021, diprakirakan peluang curah hujan kurang dari 20 mm/dasarian > 90% di Seluruh Wilayah NTB.

Sehingga dampak di musim kemarau ini masyarakat dihimbau agar lebih bijak menggunakan air bersih serta waspada akan potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan.

Namun demikian, masyarakat juga dihimabu tetap waspada dan berhati – hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem secara tiba-tiba yang bersifat lokal.

Ketika akan memasuki puncak musim kemarau, suhu udara akan lebih dingin terutama pada malam hari dan angin yang bertiup lebih kencang.

Masyarakat juga diharapkan untuk selalu memperhatikan informasi BMKG terlebih dahulu sebelum beraktivitas dan tetap selalu menjaga kesehatan di masa pandemi ini.

Info lebih lanjut mengenai Informasi Iklim di Provinsi Nusa Tenggara Barat silahkan menghubungi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Telepon 0370-674134 dan fax 0370-674135, Whatsapp : 081917465601 Website: iklim.ntb.bmkg. Narasumber : I Gede Widi Hariarta & Ni Made Adi Purwningsih, BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat.

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close