Unram Gelar Sosialisasi SNMPTN, UTBK-SBMPTN dan Jalur Mandiri 2021


Ampenannews. Universitas Mataram (Unram) menggelar sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ujian Tertulis Berbasis Komputer – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN), dan Jalur Mandiri Tahun 2021 secara virtual melalui Zoom dan livestreaming kanal Youtube Universitas Mataram, Kamis (4/2).

Dalam SNMPTN/SBMPTN sendiri telah diluncurkan oleh LTMPT sejak tanggal 4 Januari 2021 lalu.

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum menyampaikan beberapa kebijakan SNMPTN dan UTBK-SBMPTN tahun 2021, diantaranya adalah kuota penerimaan mahasiswa baru SNMPTN minimal 20%, SBMPTN minimal 40%, dan Seleksi Mandiri maksimal 30%.

“Khususnya Unram mengambil komposisi SNMPTN 20%, SBMPTN 50% dan Seleksi Mandiri 30% dengan total mahasiswa baru dari 3 jalur tersebut direncanakan sekitar 5.780 orang,” papar Guru Besar Ilmu Hukum Unram itu.

Rektor ke 9 Universitas Mataram itu juga menyampaikan rangking 5 besar keketatan program studi (prodi) di Unram, yaitu Teknik Informatika, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Dokter, Farmasi dan Arsitektur.

Prof. H. L. Husni mengajak seluruh siswa calon mahasiswa baru, agar mempersiapkan diri sebaik mungkin dan melakukan yang terbaik saat tes agar bisa meraih prodi impian mereka.

Selain itu, Kepala Biro Akademik, Kerjasama dan Perencanaan (BAKP) Unram Drs. Ruspan, M.Ak memaparkan saat ini Unram memiliki 9 fakultas dengan 63 prodi Strata-1 (S1), 4 program Diploma (DIII), dan 2 program vokasi. Unram juga didukung oleh 1.183 tenaga dosen.

“Tenaga pendidik ada 1.183 orang, 288 diantaranya adalah asisten ahli, 471 lektor, 293 lektor kepala dan 63 sebagai professor atau guru besar,” urainya.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Agusdin, SE., MBA., DBA yang menyampaikan mekanisme dan waktu pelaksanaan tes. Pada jalur SNMPTN, Agusdin menjelaskan bahwa sekolah diberi kewenangan oleh LTMPT untuk menentukan siswa yang direkomendasikan untuk mengikuti SNMPTN dan siswa tersebut mulai boleh mendaftar dan memilih PTN pada tanggal 15 – 24 Februari 2021.

“Pengumuman hasil SNMPTN dijadwalkan pada 22 Maret 2021,” sebutnya.

Agusdin melanjutkan, UTBK-SBMPTN akan dilaksanakan pada bulan April yang diawali dengan siswa membuat akun SBMPTN tanggal 7 Februari – 14 Maret 2021. UTBK akan dilaksanakan selama 14 hari terdiri dari kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek), Sosial dan Humaniora (Soshum), dan Campuran. Dengan 2 jenis tes yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Saintek/Soshum.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya 1 jenis tes yaitu TPS saja karena mempertimbangkan tingginya situasi wabah Covid-19,” terangnya.

WR I Unram itu menekankan hal yang menjadi catatan khusus, bahwa bagi siswa yang telah lulus SNMPTN pada tahun 2021, 2020 dan 2019 akan ditolak secara sistem untuk mengikuti UTBK- SBMPTN.

“Sementara itu bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi namun berprestasi akademik dan penyandang disabilitas, pemerintah telah menyiapkan beasiswa melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP-Kuliah,” ujarnya.

Agusdin memaparkan KIP Kuliah akan diberikan dalam bentuk pemberian bantuan pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi selama delapan semester atau 4 tahun, dan bantuan biaya hidup bulanan sebesar 700.000 rupiah.

“Jadi silahkan dimanfaatkan kesempatan ini,” serunya.

Perlu diketahui, seleksi Jalur Mandiri akan dilaksanakan setelah seleksi jalur SNMPTN dan UTBK-SBMPTN selesai.

“Insyaa Allah seleksi jalur Mandiri akan dilaksanakan bulan Juni,” katanya.


guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close