DPRD Pertanyakan Poster Patroli Covid-19 Pada Setiap Mobil Dinas


AmpenanNews. Semua Daerah sebagaimana kita ketahui ucap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur H.Daeng Paelori, sampai dengan saat ini masih terus berupaya melakukan pencegahan dan penanggulangan Covid-19, tidak terkecuali Kabupaten Lombok Timur (Kab.Lotim).

Dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Covid-19 ini. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran hingga Seratus Miliar lebih.

Dari anggaran sebesar Seratus Miliar lebih tersebut, telah menujukan hasil yang positif, atas dasar itu kemudian pemerintah Provinsi NTB, memberikan penghargaan kepada Gugus Tugas Covid Lotim, dengan kategori penanganan Covid terbaik di Daerah.

Berbicara secara Nasional, juga sedang gencar-gencarnya melakukan penanganan Covid-19, hingga pemerintah mengeluarkan peraturan yang hampir menjadi jalan tol, atau jalan yang mudah dan praktis bagi penyelenggara Negara untuk menggunakan anggarannya, dalam rangka penanggulangan Covid-19.

“Semua Kementerian bergerak, termasuk Kementerian dalam Negeri, terlebih dengan adanya keterlibatan ASN” ucap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur H.Daeng Paelori, pada saat di temui media ini di kediamannya, Jum’at (28/8).

Dprd Lotim
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur H.Daeng Paelori,

Di Kabupaten Lombok Timur sendiri lanjutnya, saat ini sudah ada kebijakan Bupati yang mengharuskan adanya logo Patroli Covid-19 pada setiap mobil Dinas, dan itu di nilai oleh DPRD sangat positif.

“Saat ini Bupati, tengah mengharuskan seluruh Kepala Dinas atau ASN yang kebetulan mendapatkan fasilitas mobil dinas untuk dapat turut serta berpatroli Covid-19” katanya.

Kendati demikian, Bagi Wakil Ketua DPRD dari Partai Golkar ini, dengan adanya Logo Patroli Covid-19 pada setiap mobil dinas, tidak hanya sekedar di tempel begitu saja, akan tetapi harus ada aksi nyata yang dapat di lakukan.

“Tulisan Patroli Covid-19 itu bukan hanya sekedar simbol atau hanya sekedar di tempel begitu saja, akan tetapi tulisan-tulisan Patroli pada mobil dinas ASN tersebut harus dapat di barengi dengan aksi nyata, karena ada beban moral bagi pemakai mobil tersebut untuk dapat turut aktif terlibat dalam rangka pencegahan Covid-19 di Daerah” ingatnya.

Lanjutnya, apa langkah nyata yang harus mereka lakukan misalnya, “setiap keluar memakai mobil dinas paling tidak di dalamnya harus ada masker, terlebih hand sanitaizer dan juga sabun untuk mencuci tangan, setidaknya itu isi mobil tersebut”.

Sehingga setiap mengendarai mobil belogo Patroli Covid-19, tanpa di suruh, tanpa di komandoi apabila melihat ada masyarakat yang tidak memakai masker dapat memberikan imbauan, sembari memberikan masker dan itu harus rutin di lakukan oleh ASN

“Jadi tidak hanya sekedar menjadi simbol memakai kendaraan dengan stiker Patroli Covid. Tidak ada gunanya kalau hanya sekedar tulisan begitu tanpa ada implementasi nyata dari pemakai kendaraan. Mereka punya beban untuk bersama-sama menanggulangi dan mencegah covid-19” ucap tegasnya.

Ia juga menyinggung upaya pengadaan Lima Juta masker oleh Pemkab Lotim. Mestinya Gugus Tugas dapat menggunakan OPD untuk membagikan masker tersebut kepada masyarakat.

“Kan banyak pengadaan masker kita dan gugus tugas juga silahkan kalau memungkinkan di bagikan kepada masing-masing OPD tersebut untuk kemudian di bagikan ke masyarakat. Itu makna yang sebenarnya yang terkandung dalam setiap stiker yang terpajang pada mobil dinas ASN tersebut” singkatnya.


guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close