Tak Henti Berinovasi, Herman Targetkan Seribu Bank Air


AmpenanNews. Menjadikan Kampung UMKM ( Usaha Mikro Kecil Menengah ) merupakan prioritas utama Herman, AMd, Anggota DPRD Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat dari dapil Sandubaya ini, tak berhenti dalam berinovasi untuk masyarakat, Seribu Bank Air se Kelurahan Babakan ditargetkan olehnya untuk mempraktekkan ilmu pengetahuannya dalam setiap berkunjung ke luar daerah.

Baca juga : Digital Marketing UMKM Kelurahan Babakan

Berbekal ilmu yang didapatkan dalam setiap perjalanan kerja ke luar daerah, Herman sedang melakukan penanaman pipa dihalaman rumah sendiri ketika awak media menemuinya untuk berbincang bincang dan ngopi bersama dengan suguhan kue hasil UMKM kelurahan babakan yang selama ini ia bina.

Biopori adalah teknologi alternatif dan sederhana untuk penyerapan air hujan selain dengan sumur resapan. Istilah keren untuk biopori adalah istana cacing, walaupun sebenarnya penghuni biopori bukan hanya cacing. Selain untuk resapan air, biopori juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga yang dapat diterapkan di lahan pemukiman perkotaan yang sempit.

“Biopori ini termasuk sebagai Bank Air, mengatasi genangan dimusim hujan mengatasi kekeringan dimusim kemarau. Saat ini sedang membuat penampungan baru dengan mencoba 125 titik, target target saya 1000 biopori se kelurahan babakan” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Mataram yang satu ini selalu mempraktekkan segala ilmu yang didapat dalam setiap kunjungan kerjanya.

Herman selalu mengutamakan kampung UMKM daerah setempat untuk menambah pengetahuannya dalam mengembangkan UMKM di Kota Mataram.

” Dimana didalamnya ada sampah organik untuk menjadi kompos. Dikota tidak ada lahan resapan karena semua di beton. Mulai dari diri sendiri duhulu terutama halaman rumah sendiri sebagai contoh kepada masyarakat luas. Jangan hanya berbicara tapi pada kenyataannya tidak dilakukan dalam ruang lingkup rumahnya dan lingkungan sekitar.” Ucapnya.

UMKM
Salah satu hasil produk UMKM Kelurahan Babakan Kota Mataram

Dalam kesempatan itu pula, Herman menyampaikan kalau UMKM saat ini masih kurang dalam Branding atau Kemasan Produk menjadi kendala. Akan tetapi Herman berkeyakinan, berbekal pengetahuannya nanti masyarakat secara perlahan akan mengembangkan bagaimana membranding atau membuat kemasan yang dapat menarik konsumen baik lokal maupun diluar daerah bisa saja sampai mancanegara.

” InsyaAlloh, dalam waktu dekat ini juga kami akan mengadakan pelatihan KIM ( Kelompok Informasi Masyarakat ) di setiap kelurahan sebagai sarana promosi produk para UMKM.” Tutupnya.


guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close