Anews. Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan Islam yang unggul, melalui penyelenggaraan Diskusi interdisipliner bertema “Sinergi UIN Mataram dan Lembaga Legislatif dalam Penguatan Mutu Pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat.” Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 30 Juli 2026 di Ruang Sidang Rektor UIN Mataram ini menghadirkan anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. H. Nanang Samudra, KA, M.Sc., sebagai narasumber utama. Diskusi tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perspektif akademik dan kebijakan legislatif dalam merumuskan langkah bersama bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat.Panduan Kota & Daerah.
Kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Rektor UIN Mataram bapak Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag yang dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kehadiran perwakilan Komisi VIII DPR RI di kampus UIN Mataram. Menurutnya, kehadiran lembaga legislatif merupakan kehormatan sekaligus bentuk nyata perhatian negara terhadap pengembangan pendidikan Islam.
” Kami merasa berbahagia dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Bapak Dr. H. Nanang Samudra di UIN Mataram. Kehadiran beliau menjadi energi positif bagi civitas akademika untuk terus meningkatkan mutu pendidikan Islam,” ungkap Rektor.
Begitu juga kembali Rektor menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dengan DPR RI merupakan kebutuhan yang sangat penting di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan dukungan regulasi dan kebijakan, tetapi juga memerlukan mitra strategis yang mampu mengawal aspirasi dunia pendidikan hingga menjadi kebijakan nasional yang berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Rektor berharap Komisi VIII DPR RI dapat terus menjadi sahabat sekaligus rekan diskusi bagi UIN Mataram dalam merancang berbagai program pengembangan kelembagaan.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara kampus dan lembaga legislatif akan mempercepat lahirnya berbagai inovasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.Waktu & Kalender
” Kami berharap Bapak Nanang Samudra beserta Komisi VIII DPR RI selalu membuka ruang dialog dengan UIN Mataram. Masukan, arahan, dan dukungan dari DPR RI sangat berarti bagi pengembangan lembaga kami di masa mendatang,” ujarnya.
Prof. Masnun juga menitipkan harapan besar agar Komisi VIII DPR RI senantiasa mengawal kualitas pendidikan Indonesia melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang lahir harus benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan nasional. Mengakhiri sambutannya, Rektor secara resmi membuka kegiatan Diskusi Interdisipliner dengan harapan forum tersebut menghasilkan gagasan-gagasan konstruktif yang dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata bagi kemajuan pendidikan Islam.Pendidikan Pascasarjana
Dr. H. Nanang Samudra, KA, M.Sc. menyampaikan berbagai isu strategis yang saat ini menjadi perhatian Komisi VIII DPR RI. Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama adalah pembenahan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji melalui Kementerian Haji agar pelayanan kepada jemaah Indonesia semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa DPR RI memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai moral bangsa. Oleh karena itu, berbagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan nilai agama, budaya, dan konstitusi, termasuk praktik LGBT, tidak memperoleh dukungan karena dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat Indonesia. Di bidang kesehatan, Dr. Nanang Samudra menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan yang dapat diakses secara merata oleh seluruh masyarakat. Menurutnya, negara harus hadir untuk memastikan setiap warga memperoleh pelayanan kesehatan yang layak sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan sosial.
Sektor pendidikan, Dr. Nanang menegaskan bahwa pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh anak bangsa harus menjadi prioritas nasional. Tidak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan hak memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun kondisi geografis. Pendidikan yang berkualitas harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun Indonesia yang maju. Lebih khusus menaruh perhatian besar terhadap penguatan lembaga pendidikan Islam. Menurutnya, madrasah, pesantren, perguruan tinggi keagamaan Islam, hingga Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) merupakan bagian penting dalam membangun karakter generasi bangsa. Lembaga-lembaga tersebut perlu memperoleh dukungan kebijakan, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan sarana dan prasarana agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Nanang juga menyoroti pentingnya jaminan kesehatan bagi perempuan dan anak sebagai kelompok yang memerlukan perhatian khusus. Perlindungan kesehatan ibu dan anak merupakan investasi besar bagi kualitas generasi Indonesia di masa depan. Karena itu, kebijakan yang berpihak kepada perempuan dan anak harus terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor.Panduan Kota & Daerah. Isu lain yang tidak kalah penting adalah penanganan bencana dan bencana alam. Sebagai negara yang berada di kawasan rawan bencana, Indonesia memerlukan sistem mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan pascabencana yang semakin baik. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melakukan edukasi, penelitian, inovasi teknologi, serta pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
Diskusi berlangsung secara dinamis dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari para pimpinan universitas, dosen, serta peserta yang hadir. Beragam gagasan muncul mengenai penguatan kolaborasi antara UIN Mataram dan Komisi VIII DPR RI, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan Islam, pengembangan riset kebijakan, penguatan program pengabdian masyarakat, hingga penyusunan rekomendasi akademik yang dapat menjadi masukan dalam proses perumusan kebijakan nasional.
UIN Mataram kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga aktif menjadi mitra strategis pemerintah dan lembaga legislatif dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan bangsa. Sumber Info Pengajaran & Ruang Kelas. Sinergi yang terbangun diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih erat dalam memperkuat mutu pendidikan Islam, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan Indonesia yang maju, berkeadilan, dan berdaya saing di tingkat global.
(sumber : bidiknews)
