Anews. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menerima audiensi Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Perum Bulog di ruang rapat bupati, Rabu. Pertemuan tersebut membahas sejumlah program strategis, mulai dari pengembangan desa berdaya, hilirisasi potensi daerah, hingga penguatan ketahanan pangan.
Dalam pertemuan itu, Bupati yang didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik menegaskan bahwa program-program yang disampaikan selaras dengan fokus pembangunan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur saat ini. Salah satu komoditas unggulan yang menjadi perhatian adalah porang.
“Porang menjadi salah satu andalan daerah. Perawatannya relatif mudah karena tidak memerlukan pupuk khusus, dan waktu panennya fleksibel sesuai keinginan petani,” kata Haerul. Ia menyebutkan, harga porang di Lombok Timur saat ini mencapai Rp10.200 per kilogram, bahkan melampaui harga yang ditetapkan Bulog.
Produksi porang di daerah tersebut, menurut dia, mampu mencapai 50 hingga 60 ton per hari, mulai dari umbi hingga diolah menjadi tepung. Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan pengawasan guna menjaga kualitas dan stabilitas produksi.
Terkait program desa berdaya, Bupati meminta pemerintah provinsi melakukan identifikasi kebutuhan spesifik di tujuh desa, yakni Tetebatu, Sakra, Pijot, Pringgabaya Utara, Sembalun Bumbung, Pesanggrahan, dan Lendang Nangka Utara. Ia juga mengusulkan penyaluran bantuan sembako menggunakan kartu khusus agar lebih tepat sasaran.
Di sektor perkebunan, Haerul mengakui luasnya lahan kelapa di Lombok Timur dan membuka peluang kerja sama dengan investor.
“Kami terbuka jika ada investor yang ingin mengembangkan komoditas kelapa di daerah ini,” ujarnya.
Sementara itu, pengendalian inflasi di sektor pertanian juga menjadi perhatian, khususnya untuk komoditas cabai dan sayuran. Pemerintah daerah mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan. Sebelumnya, Pemkab Lombok Timur bahkan mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi guna menstabilkan harga.
Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan greenhouse.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Lalu Wiranata sebelumnya menyampaikan empat isu strategis, termasuk program desa berdaya yang saat ini mencakup sekitar 40 desa di NTB, dengan tujuh di antaranya berada di Lombok Timur. Program ini difokuskan pada desa dengan kategori miskin ekstrem melalui intervensi bantuan stimulan dan penguatan ekonomi lokal.
Ia juga menilai Lombok Timur memiliki potensi hilirisasi besar, dengan lebih dari 30 sektor yang mulai dikembangkan, meski sebagian belum dikelola optimal. Dalam kesempatan itu, disebutkan pula adanya minat investor asal Malaysia untuk pengembangan komoditas kelapa.
Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB Rizal menyatakan kesiapan Bulog mendukung program daerah, termasuk penyediaan beras dan operasi pangan murah di tujuh desa berdaya guna memperkuat ketahanan pangan.
Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan lembaga terkait dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Pada hari yang sama, Bupati juga menerima tim dari Universitas Islam Negeri Mataram yang memaparkan rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Partisipatif (KKP). Sebanyak 754 mahasiswa akan diterjunkan ke lima kecamatan, yakni Jerowaru, Keruak, Sakra, Sakra Barat, dan Sakra Timur, mencakup 58 desa.
Bupati menyambut baik program tersebut dan berharap mahasiswa dapat berkontribusi dalam peningkatan literasi digital masyarakat desa. Selain itu, mahasiswa diharapkan membantu masyarakat dalam mengakses layanan digital seperti BPJS dan pembayaran pajak.
Menurut dia, peningkatan literasi digital penting untuk memperbaiki kualitas layanan publik sekaligus meminimalkan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan desa binaan yang melibatkan mahasiswa UIN Mataram.
