Waspada Karhutla, BPBD Lotim Nilai “El Nino Godzila 2026” Tak Ekstrem
Terjemahan

Anews. Prediksi BMKG menempatkan Provinsi Nusa Tenggara Barat, termasuk Kabupaten Lombok Timur, sebagai wilayah berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur menilai intensitas fenomena perubahan iklim tahun ini tidak akan mencapai level ekstrem.

‎Kepala BPBD Lombok Timur, Lalu Mulliadi, mengatakan istilah “El Nino Godzila” yang sempat beredar tidak sepenuhnya tepat. “Setelah melihat indikator yang ada, kami bersepakat dengan BMKG, tidak ada istilah Godzila. karena di Lotim Intensitasnya dari rendah sampai sedang, tidak sampai ekstrem yang memicu kekeringan parah atau kebakaran besar,” kata Mulliadi, Selasa (6/5).

‎Meski demikian, ia mengingatkan bahwa durasi musim kering tahun ini berpotensi lebih panjang. Musim kemarau diperkirakan datang lebih awal dan berakhir lebih lambat.

‎“Frekuensinya memang lebih panjang mulainya lebih cepat dan durasinya lebih lama. Itu yang kemudian disebut sebagai El Nino 2026,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi dinamika angin permukaan laut. Massa udara lembap sempat terdorong ke daratan dan memicu hujan, namun kemudian kembali ke laut. Pola ini menyebabkan ketersediaan air di darat berkurang secara bertahap, memicu kekeringan.

‎Dalam situasi itu, kawasan hutan dan lahan dinilai tetap rentan terhadap kebakaran, terutama di wilayah rawan. BPBD Lombok Timur saat ini memantau sejumlah kawasan seperti KPH Pringgabaya, Sambelia, Jerowaru, dan Sekaroh.

‎BPBD mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak musim kering dengan menghemat penggunaan air serta memaksimalkan penampungan cadangan air.

Baca Juga :  Quick Response Pemerintah Kelurahan Cakranegara Utara Evakuasi Pohon Tumbang

“Perubahan cuaca ini harus kita sikapi bersama. Kewaspadaan tetap perlu, meski tidak dalam kondisi ekstrem,” kata Mulliadi.

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments