Anews. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur menyatakan kondisi darurat terkait meningkatnya populasi anjing liar yang dinilai mulai meresahkan. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim tengah menyiapkan langkah eliminasi selektif sebagai upaya penanganan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Timur, Hul Tatang mengatakan, meskipun wilayah lotim hingga kini masih bebas dari rabies, kasus gigitan anjing liar telah menimbulkan korban jiwa. Peristiwa itu terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Terara dan Desa Semaya.
“Korban mayoritas anak-anak yang saat itu sedang bermain, seperti mengejar layangan putus di area persawahan,” ujarnya, kepada media melalui telpon, Rabu 15 April 2026.
Ia menjelaskan, eliminasi selektif yang direncanakan bukan semata untuk pengendalian populasi, melainkan juga untuk kepentingan pengambilan sampel guna diagnosis penyakit. Saat ini, pihaknya masih melakukan koordinasi lintas instansi sebelum pelaksanaan di lapangan.
Menurut dia, hingga kini jumlah pasti populasi anjing liar di Lombok Timur belum dapat dipastikan. Namun, keberadaannya diperkirakan mencapai ratusan ekor di setiap kecamatan.
“Pergerakan anjing liar ini sangat cepat. Mereka tidak hanya berada di satu kecamatan, tetapi juga bisa lintas wilayah hingga antar kabupaten,” katanya.
Ia menambahkan, status darurat disematkan karena sebagian besar anjing liar tersebut tidak berpemilik, sehingga sulit dikendalikan dan berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Bidang kesehatan hewan pada Dinas Peternakan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anjing liar terlebih hewan anjing liar yang sedang beranak, terutama terhadap anak-anak yang beraktivitas di luar rumah. Selain itu, koordinasi dengan aparat desa juga diperkuat guna memetakan wilayah rawan anjing liar dan mempercepat penanganan di lapangan.
