Anews. Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental remaja di tengah masifnya penggunaan teknologi, perubahan pola pergaulan, dan tekanan di lingkungan pendidikan. Ia meminta orang tua, guru, dan lingkungan pertemanan turut menciptakan ruang yang aman bagi remaja untuk tumbuh tanpa perundungan.
Pesan itu disampaikan Edwin saat membuka Sosialisasi Mental Health Anti-Bullying dan Penguatan Karakter Remaja* di Ruang Rapat Utama 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu, lalu
Kegiatan yang diinisiasi Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lombok Timur tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Santri dan Sumpah Pemuda. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lombok Timur, dengan mengusung tema “Sehat Mentalnya, Tolak Bullying, Kuat Karakternya, Beradab Orangnya”.
Edwin mengapresiasi inisiatif Muslimat NU Lombok Timur. Menurut dia, sosialisasi kesehatan mental dan anti perundungan relevan dengan upaya membangun karakter generasi muda, terutama dalam momentum peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda.
“Langkah ini sangat positif dan strategis bagi kita di Lombok Timur. Saya berharap ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial saja, tetapi materi yang disampaikan menjadi pelajaran bagi seluruh peserta yang hadir hari ini,” kata Edwin.
Ia menilai kesehatan mental remaja perlu menjadi perhatian bersama. Perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang semakin masif, perubahan pola pergaulan, serta tekanan di dunia pendidikan dapat membuat remaja rentan mengalami persoalan psikologis maupun perilaku.
Karena itu, Edwin menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental anak. Keluarga, kata dia, harus menjadi tempat yang aman bagi remaja untuk menyampaikan persoalan, memperoleh penghargaan, dan merasa didengarkan.
“Jangan sampai anak kita ada yang memilih diam ketika ada masalah. Jangan sampai ada anak yang kehilangan percaya dirinya karena mendapat perlakuan buruk dari teman-temannya,” ujarnya.
Edwin juga meminta para remaja tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan. Dukungan dari orang tua, guru, maupun sahabat terdekat dinilai penting agar persoalan yang dialami tidak dipendam sendiri.
“Meminta bantuan saat kesulitan bukanlah suatu bentuk kekalahan. Mari kita budayakan bergaul yang sehat. Jadilah generasi pembela kebenaran, jadilah teman yang saling menguatkan, bukan melemahkan,” katanya.
Selain menekankan pentingnya kesehatan mental, Edwin mengingatkan pelajar agar memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijaksana. Menurut dia, perkembangan teknologi dan keluasan wawasan perlu diimbangi dengan akhlak serta perilaku yang baik.
Ia berharap pelajar di Lombok Timur tumbuh menjadi generasi yang religius, berkarakter, dan mampu menyelaraskan kemajuan zaman dengan nilai-nilai moral, sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah.
Edwin berharap materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan menjadi bekal bagi remaja dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Komitmen Pelajar Anti-Bullying dan penyampaian sejumlah materi. Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Cabang NU dan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Lombok Timur, Pimpinan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lombok Timur, serta perwakilan pelajar tingkat Madrasah Aliyah se-Lombok Timur.
