Bupati Lotim Siapkan Rencana Penataan Besar Kota Selong pada 2027
Terjemahan

Anews. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyiapkan rencana penataan besar-besaran wajah Kota Selong pada 2027. Pembenahan tidak hanya menyasar estetika pusat kota, tetapi juga infrastruktur dasar, fasilitas publik, ruang terbuka, hingga pengembangan destinasi wisata.

‎Rencana tersebut mengemuka dalam rapat yang dipimpin Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di ruang kerjanya, Selasa, 6 Oktober 2026.

‎Sejumlah fasilitas dan kawasan menjadi bagian dari rencana penataan. Di antaranya pembangunan Masjid Agung, gedung Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), lapangan Porda, perbaikan drainase, penataan trotoar, serta pemasangan lampu penerangan jalan di kawasan Kota Selong.

‎Penataan trotoar direncanakan membentang dari salah satu gerbang kota hingga gerbang lainnya. Pemerintah daerah juga ingin memperbaiki sistem drainase di kawasan perkotaan agar persoalan lingkungan dan genangan dapat ditangani bersamaan dengan penataan wajah kota.

‎Penerangan jalan juga menjadi perhatian. Lampu jalan akan dipasang di kawasan dalam kota untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus memberikan wajah baru Kota Selong pada malam hari.

‎Agenda penataan tidak berhenti di pusat kota. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga merencanakan pembangunan tugu bersejarah Sisik serta melanjutkan pengembangan wahana wisata Ancol Mini di Labuhan Haji.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Lakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Bank NTB Syariah

‎Bupati Haerul Warisin mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan skema pembiayaan agar sejumlah rencana tersebut dapat direalisasikan. Salah satu yang sedang diperhitungkan adalah kemungkinan pengambilalihan penggajian pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), khususnya tenaga kesehatan dan guru, oleh pemerintah pusat.

‎Menurut Haerul, jika kebijakan tersebut terealisasi, ruang fiskal Lombok Timur akan menjadi lebih longgar sehingga sebagian anggaran dapat diarahkan untuk program pembangunan lainnya.

‎‎”Insyaallah dan mudah-mudahan untuk mewujudkan itu semua, saya akan kembali bertandang ke Jakarta dan bertemu langsung dengan pihak kementerian,” kata Haerul kepada media, usai menggelar shalat Istisqo, kamis (8/10/2026).

‎Ia mengatakan informasi mengenai rencana pengambilalihan penggajian PPPK tersebut masih perlu dikonfirmasi langsung kepada pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah tetap menyiapkan sejumlah skenario penganggaran.

‎”Kita harus punya rencana. Jangan sampai nanti kita silpa, kalau Silpa kan Anda yang ribut nanti,” ujarnya.

‎Haerul mengatakan pemerintah daerah ingin mengantisipasi kemungkinan perubahan struktur pembiayaan tersebut. Jika penggajian PPPK benar-benar menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, anggaran yang selama ini dialokasikan untuk kebutuhan tersebut dapat diarahkan ke sejumlah program pembangunan.

Baca Juga :  Data Desil Diprotes Warga, Pemkab Lotim Dorong Sanggahan Digital

‎”Dengan perencanaan kita antisipasi. Sehingga kalau informasi pengambilalihan penggajian PPPK ini benar oleh pusat, anggaran yang cukup besar ini bisa kita anggarkan untuk A, B, C dan D,” katanya.

‎Untuk penataan Kota Selong, Haerul meminta dukungan masyarakat agar rencana tersebut dapat diwujudkan secara bertahap.

‎”Untuk penataan kota secara total, insyaallah. Dan mohon dibantu kita oleh masyarakat juga,” ujarnya.

‎Rencana pemerintah daerah mempercantik wajah Kota Selong mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai pembenahan kota sudah menjadi kebutuhan yang cukup lama dinantikan.

“Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Alhamdulillah Bupati kita telah peduli dan terpanggil untuk mempercantik Kota Selong. Tentu nanti akan menjadi ikon seperti Masjid Agung dan MICE, dengan tidak mengesampingkan kebutuhan layanan dasar,” kata seorang warga di Selong.

‎Warga lainnya, Farhan, menilai penataan menyeluruh diperlukan agar Kota Selong memiliki wajah perkotaan yang lebih tertata, aman, nyaman, dan mampu menarik wisatawan.

Baca Juga :  Izin Usaha Plaza M2 Sudah Sesuai Ketentuan

‎”Saya kira ini patut kita dukung, karena sudah lama Kota Selong tidak pernah ada sentuhan penataan lanjutan secara komprehensif. Penataan menyeluruh diperlukan agar layak disebut kota,” kata Farhan.

‎Menurut dia, sejumlah pembangunan yang ada saat ini sebagian besar merupakan peninggalan pemerintahan sebelumnya. Meski terdapat beberapa tambahan fasilitas dan ruang publik, Farhan menilai pembenahan tersebut belum membentuk wajah Kota Selong sebagai kawasan perkotaan yang terintegrasi.

‎”Yang ada sekarang peninggalan Bupati almarhum Moh. Sadir. Meskipun ada tambahan spot-spot kecil di sana-sini, itu belum menunjukkan kota yang indah, tertata dengan rapi, aman dan nyaman yang bisa menarik orang untuk berwisata kota,” ujarnya.

‎Rencana penataan 2027 tersebut pada akhirnya akan bergantung pada proses perencanaan, penganggaran, kesiapan teknis, serta keputusan pemerintah pusat terkait skema pembiayaan PPPK.

‎‎Jika terealisasi, agenda tersebut akan menjadi salah satu proyek pembenahan kawasan perkotaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Lombok Timur, dengan cakupan mulai dari infrastruktur dasar, ruang publik, fasilitas keagamaan dan olahraga hingga pengembangan kawasan wisata.

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai