Diskusi Dosen UIN Mataram Bersama Anggota Komisi VIII DPR RI APT. HJ. Lale Syifaun Nufus Dorong Kolaborasi Keilmuan
Terjemahan

Anews. Anggota Komisi VIII DPR RI, Apt. Hj. Lale Syifaun Nufus, M.Farm., mendorong penguatan kolaborasi keilmuan sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan melahirkan kebijakan publik yang berbasis riset. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Diskusi Dosen Lintas Disipliner yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram di Ruang Rapat Senat UIN Mataram, Jumat (31/7).

Diskusi dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., tersebut diikuti jajaran pimpinan universitas, dosen dari berbagai fakultas, serta mahasiswa.

” Forum ilmiah ini menjadi ruang dialog akademik untuk mempertemukan berbagai perspektif keilmuan dalam menjawab tantangan pembangunan nasional di era transformasi digital,” kata Rektor UIN

Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., juga menegaskan bahwa budaya diskusi akademik menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin akan melahirkan inovasi yang lebih komprehensif dan relevan dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Beri Semangat Baru ke Penghuni Lapas Terbuka

“ Perguruan tinggi harus menjadi ruang bertemunya berbagai perspektif keilmuan. Dari dialog akademik seperti inilah akan lahir ide-ide besar yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,” ungkap Rektor.

UIN Mataram, lanjut Prof Masnun, kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya akademik, mendorong kolaborasi lintas disiplin, serta membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk DPR RI.

” Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi, memperkuat kualitas pendidikan tinggi, dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan nasional menuju Indonesia,” tutupnya.

Sambutan Apt. Hj. Lale Syifaun Nufus, M.Farm. mengapresiasi komitmen UIN Mataram yang terus membangun tradisi akademik melalui diskusi lintas disiplin. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Baca Juga :  Putra Putra NTB Di Wamena Membantu Proses Pemulangan Warga

“ Kolaborasi antardisiplin ilmu merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi. Tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks sehingga memerlukan solusi yang lahir dari sinergi berbagai bidang keilmuan. Perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak lahirnya kebijakan yang didasarkan pada hasil penelitian dan kajian ilmiah,” ujarnya.

Hj. Lale Syifaun Nufus sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan keagamaan, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta penanggulangan bencana, Lale Syifaun Nufus menilai kontribusi perguruan tinggi sangat penting dalam memberikan masukan akademik terhadap penyusunan kebijakan publik.

” Saya berharap, hasil-hasil penelitian dosen tidak hanya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga :  Wagub NTB : NWDI Harus Bisa Hadirkan Manfaat Bagi Pembangunan

Diskusi berlangsung secara dinamis dengan membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan kualitas pembelajaran, kolaborasi riset, transformasi digital di perguruan tinggi, hingga pengembangan program pengabdian kepada masyarakat yang lebih adaptif dan berdampak. Para peserta juga menyampaikan berbagai gagasan mengenai pentingnya membangun ekosistem riset yang kolaboratif sebagai upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional.

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai