Anews. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berencana memperkuat layanan penyelamatan atau rescue pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) pada 2026. Rencana tersebut mengemuka setelah Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin melakukan inspeksi mendadak ke kantor Damkarmat Lombok Timur, pekan ini.
Dalam kunjungan itu, Haerul Warisin menyoroti kondisi sejumlah armada rescue yang dinilai sudah tidak memadai. Pemerintah daerah, kata dia, akan mendorong pembaruan armada yang dianggap vital guna menunjang pelayanan darurat kepada masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa peran petugas pemadam kebakaran tidak terbatas pada penanganan kebakaran semata. Menurut dia, petugas Damkarmat merupakan garda terdepan dalam berbagai situasi kedaruratan, termasuk evakuasi hewan berbahaya dan penyelamatan warga.
Haerul juga meminta agar petugas lebih aktif mensosialisasikan layanan rescue kepada masyarakat. “Banyak masyarakat belum tahu harus ke mana meminta tolong ketika ada gangguan seperti ular atau tawon di rumah. Saya minta setiap aksi pertolongan itu dipublikasikan atau di-viral-kan,” kata Haerul Warisin.
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Lombok Timur, Lalu Dami Ahyani, membenarkan rencana pembaruan armada tersebut. Ia mengatakan bupati telah meminta pihak Damkarmat menyusun catatan usulan kebutuhan, termasuk pengadaan armada rescue baru. “Saat sidak, kami diminta langsung oleh bupati untuk mengusulkan kebutuhan armada rescue,” ujarnya.
Menurut Dami, keberadaan armada rescue baru sangat mendesak mengingat sebagian armada yang ada telah berusia tua. Selain armada, Damkarmat juga membutuhkan penambahan alat pelindung diri (APD) rescue yang jumlahnya masih terbatas.
Saat ini, Damkarmat Lombok Timur telah membentuk sejumlah pos rescue di tingkat kecamatan dan desa guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Namun, keterbatasan armada membuat tidak semua pos dapat disiagakan secara optimal. Meski demikian, dari sisi sumber daya manusia, hampir seluruh petugas rescue Damkarmat Lombok Timur telah memiliki sertifikasi.
