Stunting Masih Jadi Masalah Utama Bayi dan Anak Usia Dua Tahun di Lotim
Terjemahan

AmpenanNews. Mempersiapkan Indonesia emas tahun 2045 bukanlah hal mudah. Pasalnya, stunting masih menjadi masalah utama bagi bayi dan anak di bawah usia dua tahun, khususnya di Lombok Timur (Lotim).

Menurut Penjabat Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik, kondisi tersebut harus dientaskan. Karena itu ia memastikan Program dengan Ketahanan Pangan PKK dan Kesehatan Cegah Stunting di seribu hari kehidupan dini (Dekapan PKK Canting Srikandi) berjalan lancar seraya berharap dapat menurunkan angka stunting. Hal tersebut disampaikannya sebelum meluncurkan program tersebut, Rabu (29/5).

Ia pun menyebut jalan keluar masalah gizi dimulai dari rumah tangga, karena itu program Dekapan PKK Canting Srikandi menurutnya sudah tepat.

Baca Juga :  Instruksi Bupati Lotim dalam Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini

“Percuma jika kita bicara stunting dimana-mana tetapi di rumah tangga tidak ada penanganannya,” imbuhnya.

Tidak lupa, pada acara yang berlangsung di Halaman Kantor Camat Sakra itu ia mengingatkan agar bersama-sama memonitoring program tersebut, jika terbukti efektif menurunkan angka stunting maka dapat menjadi role model bagi program lainnya.

“Mari bersama-sama dan monitoring Dekapan PKK Canting Srikandi, kalo baik dijadikan pembelajaran serta ditambahkan kapasitasnya,”ujarnya.

Sebelumnya, Pj. Ketua TP. PKK Lombok Timur Hj. Nurhidayati Taofik menggambarkan bahwa program Dekapan PKK Canting Srikandi menyasar 650 keluarga yaitu keluarga dengan ibu hamil KEK dan keluarga yang memiliki anak stunting. Ia berharap program tersebut dapat mencegah kasus-kasus stunting yang baru.

Baca Juga :  Gubernur NTB, Stok Oksigen Dimasa PPKM Mikro Aman

Ia juga menjelaskan bahwa pada program tersebut akan diadakan kelas edukasi, pemanfaatan lahan di rumah tangga untuk mendukung pangan keluarga, serta kegiatan formula 100 yang dikhususkan untuk baduta yang mengalami masalah gizi.

Launching program tersebut ditandai pemukulan gong oleh Pj. Bupati kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pernyataan bersama aksi konvergensi pencegahan stunting antara Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan dan TP. PKK Lotim.

Pada kesempatan itu juga diserahkan buku saku B2SA oleh Kadis Ketahanan Pangan, pemberian makanan tambahan (PMT) dan MP ASI serta bantuan bibit tanaman buah dan sayur kepada keluarga Baduta stunting dan Ibu Hamil KEK. Bantuan bibit diberikan sebanyak 10 polybag per-sasaran guna mendukung ketahanan pangan dan gizi di tingkat keluarga.

Baca Juga :  Masyarakat NTB Bersiap - Siap Sambut Musim Hujan

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments