Jumat Salam ke-11 Bappenda Provinsi NTB di Desa Dadap Pujut
Terjemahan

AmpenanNews. Jumat Salam ke 11. Kekeringan dan infrastruktur jalan menjadi masalah utama yang disampaikan masyarakat Desa Dadap dalam kunjungan Jumat Salam ke-11 Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi NTB, Jumat (26/1/2024), di Kantor Desa Dadap Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Sebagaimana disampaikan Kepala Desa Dadap, Mulyadi, bahwa curah hujan yang rendah dan tidak adanya sumber air menjadi momok bagi para petani. Desa yang mengandalkan perekonomiannya dari pertanian ini dipastikan gagal panen setelah jagung yang telah ditaman tidak tumbuh dengan baik.

“Tanaman jagung petani disini bisa dikatakan mengalami stunting,” ungkap Mulyadi sambil berseloroh menyampaikan kondisi desanya.

Selain itu, kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan ketersediaan pupuk juga menjadi masalah yang saling berkaitan sehingga potensi pertanian desa tidak dapat terkelola dengan optimal.

Baca Juga :  NTB Raih Penghargaan Indonesia's Attractiveness Award

Sekretaris Bappenda Provinsi NTB Mohammad Husni, yang langsung berdialog dengan masyarakat menerangkan bahwa, untuk saat ini memang hampir sebagian besar wilayah yang pernah dikunjungi pada jumat salam sedang dilanda kekeringan dan beberapa permasalahan yang hampir serupa.

Untuk itu, ia memastikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan disampaikan untuk menjadi bahan pertimbangan kebijakan kedepan.

Lanjutnya, kontribusi dan sharing anggaran juga telah diberikan oleh Pemprov NTB kepada pemerintah kabupaten/kota melalui berbagai skema, seperti dana bagi hasil pajak kendaraan bermotor dan pajak daerah lainnya.

“Untuk kemudian pemerintah kabupaten/kota yang akan mengelolanya untuk berbagai kepentingan pembangunan dan kegitan dan program strategis daerah,” terangnya didampingi oleh Kepada Samsat Praya, Lalu Husnul Khotimi.

Baca Juga :  Kapolda NTB Pimpin Apel Tiga Pilar Bersama Gubernur dan Danrem 162/WB

Marjun Efendi dari Dusun Bunut Baok sekaligus anggota Badan Permusyawaratan Desa, mengungkapkan beberapa masalah yang sedang dihadapi masyarakat. Seperti kondisi jalan desa yang rusak, ketersediaan pupuk serta tidak adanya bantuan pemerintah berupa benih dan alat-alat pertanian.

“Sejak diaspal pada tahun 2015 yang lalu hingga kini tidak ada pemeliharaan jalan desa,” bebernya.

Demikian juga disampaikan perwakilan masyarakat lainnya diantaranya, masalah lemah sinyal, tambahan kuota bansos, penerangan jalan umum, kepastian harga panen, kuota pupuk subsidi, kebutuhan sumber air melalui sumur bor, serta status petani di Desa Dadap.

Seperti disampaikan oleh Amak Ran, “Kami ingin status petani di Desa Dadap ditetapkan menjadi petani jagung sehingga ada perhatian lebih dari pemerintah. Selain itu, kami juga ingin masyarakat kami mendapat manfaat dari adanya pabrik pengolahan air bersih yang ada di wilayah desa kami,” tuturnya.

Baca Juga :  Potensi Melimpah, NTB Akan Dijadikan Pusat Budidaya Lobster Nasional

Pada kesempatan tersebut, Bappenda Provinsi NTB menyerahkan bantuan telur ayam sebanyak 10 trai kepada bayi dan balita guna mendukung penanganan gizi buruk di desa tersebut.

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments