Jelang Pemilu, AMSI NTB Imbau Masyarakat Waspada Hoax Politik
Terjemahan

AmpenanNews. Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak masyarakat NTB untuk mewaspada hoax, khususnya yang berkaitan dengan politik atau pemilu 2024.

Melihat dan berkaca dari pemilu sebelumnya banyak hoax yang bertebaran dan berpotensi membuat perpecahan di tengah masyarakat.

Untuk itu, Ketua AMSI NTB, Hans Bahanan mengajak masyarakat untuk bijak dalam menyebarkan informasi. Jangan sampai justru informasi yang disebar adalah hoax dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“ Oleh sebab itu, mari kita bijak melakukan kroscek terhadap informasi terlebih dahulu sebelum share,” katanya di Mataram, Jumat 22 September 2023.

Hans menjelaskan, tahun politik sering menyebabkan masyarakat menjadi terkotak-kotak dengan pilihan masing-masing. Kerentanan perpecahan di tengah masyarakat semakin terbuka lebar dengan masifnya informasi-informasi hoax yang berkembang.

“ Tahun politik ini menjadi tahun yang panas, karena masyarakat memiliki pilihan masing-masing dan cenderung media sosial menjadi ‘medan perang’ bagi para pendukung jagoannya yang terjun dalam pemilu,” ujarnya.

Baca Juga :  Milad ke-4 FWMO Lotim Salurkan Paket Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu

Ia mengajak masyarakat lebih bijak berkomentar di media sosial, sehingga tidak membuat perpecahan yang menjurus pada konsekuensi hukum. Apalagi pemilu merupakan pesta rakyat yang harus disambut gembira, bukan menjadi ajang perpecahan.

“ Pesta rakyat seharusnya dimanfaatkan secara gembira oleh masyarakat, bukan seharusnya menjadi terbelah dan bermusuhan,” katanya.

Ada beberapa jenis informasi yang menyesatkan seperti misinformasi, disinformasi dan malinformasi. Dari tiga jenis tersebut, diturunkan menjadi tujuh jenis hoax seperti; satire, konten menyesatkan (misleading content), konten tiruan (imposter content), konten palsu (fabricated content), koneksi yang salah (false connection), konteks keliru (false context) dan konten manipulasi (manipulated content).

“Jenis-jenis hoax seperti itu harus diwaspadai oleh masyarakat. Jangan sampai kita terjebak dalam menyebarkan hoax yang merugikan orang lain dan diri kita sendiri,” kata Hans.

Baca Juga :  AJI Kecam Pemanggilan Jurnalis dan Desakan Hapus Berita oleh Oknum Polisi

Cara Kenali Hoax

Untuk dapat terhindar dari hoax, masyarakat dapat mengenali hoax melalui tujuh langkah:

1. Periksa Sumber
Sumber informasi hoax biasanya melalui sumber yang tidak dikenali atau tidak populer. Jika hanya bersumber dari situs atau narasumber yang tidak jelas maka patut dicurigai adalah informasi hoax.

2. Tinjau Judul dan Isi
Cenderung berita hoax memanfaatkan judul untuk memikat pembaca. Pastikan isi dan judul benar-benar selaras dan tidak hanya membaca judul lalu menyebarkan.

3. Verifikasi
Informasi yang ditemukan harus terlebih dahulu diverifikasi melalui sumber-sumber yang resmi atau media yang kredibel. Jika informasi yang didapatkan tidak ada pada media kredibel atau sumber resmi, sebaiknya jangan langsung dipercaya.

4. Periksa Tanggal
Informasi menyesatkan biasanya memanfaatkan berita lama yang kembali disebarkan untuk mengelabui masyarakat. Pastikan tanggal pada informasi tersebut adalah benar.

Baca Juga :  PWI NTB dan Imigrasi Mataram Sinergi Gelar Layanan Eazy Passport

5. Klaim Sensasional
Informasi hoax cenderung mengklaim sesuatu secara sensasional atau tidak masuk akal. Sebaiknya periksa klaim pada informasi tersebut pada sumber resmi yang ada.

6. Foto dan Video Editan
Masyarakat harus secara jeli melihat informasi. Jika informasinya berupa foto, pastikan foto tersebut bukan editan. Jika berupa video, pastikan video tersebut berkaitan dengan informasi yang ada. Informasi hoax melalui video cendrung video dan narasinya memiliki dua peristiwa yang berbeda dan digabungkan jadi satu untuk mengakali masyarakat.

7. Periksa URL-Domain
Jika informasi yang ditemukan melalui situs, sebaiknya periksa baik-baik domain atau URL situs tersebut. Apakah memiliki domain dari sumber yang resmi atau domain asal-asalan yang sengaja dibuat untuk menyebarkan hoax.

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments