Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim Edukasi Masyarakat Antisipasi Rabies
Terjemahan

AmpenanNews. Antisipasi penyebaran rabies di Kabupaten Lombok Timur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) lakukan edukasi kepada masyarakat

Selain edukasi intensif, terhadap lalu lintas hewan penular rabies antar pulau Bali dan Sumbawa juga Benar-benar dilakukan pengontrolan.

“Hewan anjing, kucing dan kera tidak boleh di lalu lintasan ke Lombok terlebih ke Lombok Timur khususnya” ucap Hultatang, Kabid kesehatan hewan dinas peternakan dan kesehatan hewan Lotim, Senin (4/9).

Kenapa edukasi soal rabies ini terus dilakukan di masyarakat oleh Diskeswan, karena mengingat Pulau-pulau lain seperti Bali dan Sumbawa sudah positif rabies.

“Kita tidak ingin wilayah kita ini menjadi wilayah positif rabies, sehingga edukasi dini tentang rabies ini kita lakukan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana RTG, Polres Lotim Menunggu Hasil BPKP

Hultatang, juga mengimbau kepada pencinta hewan peliharaan untuk berhati-hati mendatangkan hewan penular rabies dari pulau lain yang telah dinyatakan positif rabies.

“Kami mengimbau kepada pencinta hewan peliharaan agar lebih berhati-hati membawa aning, kucing dan kera dari pulau yang positif rabies,” imbuhnya.

Selain itu keberadaan karantina hewan pada pelabuhan penyebrangan juga di harapkan mampu menjadi garda terdepan, dimana imbauan demi imbauan juga terpasang pada pelabuhan penyebrangan yang melarang melalu lintasan hewan penular rabies.

” Di pelabuhan kita punya karantina sebagai garda terdepan antar pulau dan juga kalau kita ke pelabuhan kita akan lihat adanya imbauan-imbauan dilarang melalui lintasan hewan penular rabies, untuk itu kita mengharapkan kepada seluruh masyarakat kita yang ada di Kab Lotim untuk dapat mengantisipasi apa itu rabies,” ucapnya.

Baca Juga :  Progres Pekerjaan Bersumber dari DAK Dikbud Lotim Mencapai 60 Persen

Sementara itu terhadap kasus gigitan anjing di Kabupaten Lombok Timur belakangan ini diakui Hultatang, mengalami peningkatan, kendati demikian diharapkan anjing yang menggigit orang tersebut tidak terinfeksi penyakit rabies namun hanya gigitan biasa.

Hultatang, juga mengimbau kepada masyarakat terutama kepada anak-anak untuk lebih berhati-hati apabila menemukan anjing yang sedang beranak, karena cenderung anjing liar dalam masa berkembang biak tersebut lebih agresif dan galak.

Adapun hal yang tidak kalah penting untuk dapat diketahui oleh masyarakat terhadap ciri-ciri anjing terinfeksi rabies galaknya berlebihan dan menggigit apapun yang ada di dekatnya.

 


Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments