Terjemahan

Mataram – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Mataram gelar dialog publik dengan tema “Menangkal Issue Politik Identitas Menjelang Pemilu,” bertempat di Aula Nagara Bhakti, Mataram. Ahad, 19 Maret 2023.

Dalam sambutannya Wahyudin Safari Selaku Ketua PC PMII Kota Mataram, memprediksi politik identitas akan selalu digunakan oleh oknum politisi pada momentum Pemilu, Oleh karena itu, ia mengharapkan dukungan dari semua elemen pemuda dan mahasiswa beserta penyelenggara dalam mencegah politik identitas membias keranah isu sara.

“Saya mengajak seluruh organisasi kepemudaan wabil khusus PMII Mataram menjadi garda terdepan menangkal politisasi SARA, karena dapat menjadi isu yang sangat mudah digunakan, mudah untuk menggerakkan, murah biayanya, dan cepat responnya dalam situasi kita hari ini,” ungkap Ketua PMII Matara.

Baca Juga :  Gubernur Menerima Perkumpulan Organisasi Mahasiswa Kristen NTB

“Politik identitas yang selalu mengganggu keberagaman, toleransi dan nilai-nilai demokrasi, serta dalam politik identitas pasti ada nilai-nilai sara didalamnya,” tegasnya.

Turut hadir dalam agenda tersebut, M. Husni Abidin, Ketua KPU Kota Mataram, M. Yusril, Ketua Bawaslu Kota Mataram, Taupik Hidayat, Ketua DPD KNPI NTB, Ketua Bem UNU NTB, Perwakilan BEM UMMAT, Perwakilan BEM UNRAM, Presma UIN Mataram, dan Kader PMII Se-Kota Mataram.

Dalam momentum tersebut, M. Yusril selaku Ketua Bawaslu Kota Mataram, Menyampaikan acara-acara dialog publik seperti ini membantu BAWASLU untuk mensosialisasikan tentang politik identitas.

“kami di bawaslu mengaharapkan acara acara seperti ini akan terus ada secara continue, sehingga bawaslu sendiri dapat menyampaikan bahwa politik identitas sangatlah merusak nilai-nilai demokrasi,” Ujar Muhammad Yusril.

Baca Juga :  Aliansi Rakyat NTB Menggugat Geruduk Kantor DPRD Provinsi NTB

M. Husni Abidin Selaku Ketua KPU Kota Mataram, juga memaparkan bahwa, fase politik identitas aka segera hadir, sehingga pemuda harus segera mensosialisasikan kepada masyarakat tentang hal ini, bahkan politik identitas ini tidak boleh dilakukan, politik identitas paling tinggi adalah di tingkat media.

” PMII harus intens mengedukasi internal maupun eksternal (Masyarakat) dan jangan pernah berhenti bergerak dalam mengedukasi diri dan masyarakat,” tambahnya.

Ketua KNPI NTB, Taupik Hidayat memaparkan bahwa, Media sosial merupakan hal yang paling urgent, politik identitas muncul dari 5 tahun yang selalu dari media, koran berita dan lain-lain. Untuk menangkal itu semua tentu perlu kampanye politik kebangsaan secara masif dan terstruktur, agar menghasilkan pemimpin yang berkeadilan.

Baca Juga :  Ketua IKA PMII Lobar Ajak Sinergi Kembangkan Potensi Alumni

“Contoh di era sekarang, tetangganya tidak mau saling sapa, saling membantu hanya karena beda pilihan (Contoh Negatif) Meski beda ras, suku dan agama jika mereka Bersatu secara professional maka Indonesia akan menjadi satu meski beda pilihanya. (Contoh Positif),” Ujarnya.

Taupik hidayat juga mengajak peserta dialog untuk Jihad, kontribusi dnegan cara coment yang postif tentang pemilu, dan bisa mendamaikan maslaah-masalah pemilu dari tahun ke tahun.

guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments