NTB Masih dalam Periode Musim Kemarau Meskipun Terdapat Hujan

AmpenanNews. Meskipun terdapat peluang huja, wilayah NTB masih dalam periode musim kemarau karena kondisi terkini, curah hujan di wilayah NTB pada dasarian I Agustus 2021 umumnya berada pada kategori Rendah (0 – 50 mm/das).

Adanya anomali curah hujan pada dasarian I Agustus 2021 menyebabkan beberapa wilayah memiliki kategori curah hujan Menengah (51 – 150 mm/das) hingga Tinggi (151 – 200 mm/das).

Curah Hujan tertinggi terjadi di wilayah Cakranegara, Kota Mataram dengan jumlah curah hujan sebesar 178 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian I Agustus 2021 di wilayah NTB umumnya Atas Normal (AN).

Sifat hujan Bawah Normal (BN) terjadi di sebagian kecil wilayah Pulau Lombok, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.

Dari monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi NTB umumnya dalam kategori Sangat Pendek (1 – 5 hari). Meskipun demikian, masih terdapat wilayah yang masuk dalam kategori HTH Sangat Panjang (31 – 60 hari) hingga Kekeringan Ekstrem (>60 hari).

Beberapa wilayah dengan kategori Kekeringan Ekstrem berada pada Kabupaten Bima yaitu Wawo (70 hari), Soromandi (127 hari), dan Sape 2 (128 hari), serta di Kabupaten Sumbawa yaitu pada wilayah Lape (100 hari). Kondisi HTH terpanjang terpantau di Pos Hujan Sape, Kabupaten Bima yaitu sepanjang 128 hari.

Sedangkan kondsi dinamika atmosfer, Indeks ENSO menunjukkan kondisi netral, diprediksi kondisi netral setidaknya akan berlangsung hingga awal tahun 2022.

Untuk Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi IOD negatif dan diprediksi akan kembali netral hingga Januari 2022.

Pada saat ini, angin timuran secara umum menguat dan mendominasi wilayah Indonesia termasuk Prov. NTB, dan diprediksi menguat hingga bulan Oktober 2021.

Dalam pergerakan MJO saat ini terpantau tidak aktif. Anomali OLR menunjukkan wilayah konvektif basah memasuki wilayah Indonesia pada dasarian I Agustus dan terus bergerak ke arah timur Indonesia hingga pertengahan dasarian II Agustus.

Sehingga Kondisi Suhu Muka laut disekitar wilayah Indonesia termasuk NTB, saat ini terpantau berada pada kategori netral hingga hangat. Berdasarkan kondisi tersebut, pada pertengahan hingga akhir Agustus 2021 peluang terjadinya hujan relatif sangat kecil di wilayah NTB.

Untuk peluang curah hujan pada dasarian II Agustus 2021, diprakirakan peluang curah hujan kurang dari 20 mm/dasarian sebesar > 90% terjadi hampir di seluruh wilayah NTB.

Terdapat peluang curah hujan rendah di wilayah Pulau Lombok bagian tengah, timur hingga utara dan Sumbawa bagian barat hingga tengah dan selatan sebesar 20 – 80%. Peluang curah hujan lebih dari 50 mm/dasarian pada dasarian II Agustus 2021 berpeluang terjadi di sebagian kecil wilayah Lombok Timur sebesar 10 – 20%.

Dampak pada periode musim kemarau seperti saat ini masyarakat dihimbau agar lebih bijak menggunakan air bersih serta waspada akan potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan.

Namun demikian, masyarakat juga dihimabu tetap waspada dan berhati – hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem secara tiba-tiba yang bersifat lokal.

Ketika akan memasuki puncak musim kemarau, suhu udara akan lebih dingin terutama pada malam hari dan angin yang bertiup lebih kencang.

Masyarakat juga diharapkan untuk selalu memperhatikan informasi BMKG terlebih dahulu dalam perencanaan kegiatan dan tetap selalu menjaga kesehatan di masa pandemi ini.

Info lebih lanjut mengenai Informasi Iklim di Provinsi Nusa Tenggara Barat silahkan menghubungi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Telepon 0370-674134 dan fax 0370-674135, Whatsapp : 081917465601 Website: iklim.ntb.bmkg.

Narasumber : Nindya Kirana & I Gede Widi Hariarta BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat.

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close