Launching “Lotim Cerdas”, Bupati, Meminta Maaf Kepada Guru Non Sertifikasi

Bupati Kabupaten Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy, bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten, launching program “Lotim Cerdas”.

Peresmian program “Lotim Cerdas” yang dirangkaikan dengan penyerahan insentif bagi 215 guru honorer non sertifikasi tingkat SMP tersebut berlangsung di Pendopo Bupati, Rabu (25/11).

Dalam sambutannya, H.M. Sukiman Azmy, menyebut guru menempati posisi yang sangat penting, sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. oleh karena itu Ia menyampaikan ucapan terima kasih dan ucapan selamat kepada semua guru yang telah mendedikasikan diri, mengabdi untuk masyarakat, bangsa dan Negara khususnya guru yang berada di Kabupaten Lombok Timur.

Selain itu, Bupati juga sempat menyampaikan permohonan maaf ke hadapan para guru non sertifikasi atas belum maksimalnya upaya Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan para guru di masa kini.

“Seraya memohon maaf bahwa belum maksimal kita berbuat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para guru” ucapnya.

Meski demikian, Ia berharap melalui program “Lotim Cerdas” yang dimotori oleh Baznas ini dapat terus berlanjut hingga ke masa yang akan datang, mengingat jabatan guru perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak.

“Harapan saya, Mudah-mudahan pada episode berikutnya lebih banyak guru yang mendapatkan perbaikan kesejahteraan dari Badan Amil Zakat Nasional ini” harapnya.

Ia juga memastikan terhadap para guru yang menerima insentif dari Baznas tersebut, seluruhnya masuk dalam kategori delapan asnaf.

“Saya petik satu persatu pertama adalah fakir, kedua miskin, ketiga Amil, Mu’allaf, Riqab / Memerdekakan Budak, Gharim (Orang yang Memiliki Hutang), Fi Sabilillah dan Ibnu Sabil” katanya.

Sukiman, juga menyinggung sumber potensi zakat yang paling besar di Lombok Timur yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Apabila zakat ini nantinya sudah terkumpul banyak, maka pemerintah berencana akan memberikan insentif bagi ASN yang tengah terlilit hutang.

“Ingat itu Pak Kadis dan Pak Ketua pelaksana, Coba lihat mana ASN yang memiliki hutang yang luar biasa sehingga ia tidak bisa melunasi dari gaji yang diterima setiap bulannya. Tapi dengan catatan hutangnya itu bukan hutang untuk perbuatan maksiat, iya kredit rumah, iya kredit motor, Iya kredit mobil, Iya semuanya di kredit, kalau seperti itu kondisinya perlu dipertanyakan kembali” Imbuh Bupati, ke hadapan Kadis Dikbud dan Ketua Baznas Lotim.

Perhatian serius lainnya juga ditujukan kepada mereka yang kehabisan bekal di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah, termasuk di sini, jika ada anak mendapatkan beasiswa dari sebuah perguruan tinggi di luar Negeri atau di Mesir dan sebagainya. “Apabila ongkos untuk pesanannya tidak ada, maka Baznas, punya kewajiban mendukung mereka sampai ke tujuan, begitu juga dengan kategori delapan asnaf lainnya” ingat Sukiman.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,
Dewanto Hadi, menyampaikan, jumlah tenaga guru non PNS yang sudah sertifikasi itu sangat kecil baru 589 orang, sedangkan yang Negeri itu sudah 4713 orang.

Oleh karena itu, Dewanto, mendorong para guru khususnya yang berada di swasta atau pun tenaga non PNS yang ada di sekolah-sekolah Negeri, dapat meningkatkan kapasitasnya.

“Dinas akan membantu pada sisi administratif untuk mendaftarkan Bapak Ibu sekalian mendapatkan NUPTK sebagai persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi agar kesejahteraan guru lebih baik” tandasnya.

Sementara itu Ketua Baznas Lombok Timur, Ismul Basar, menyampaikan, para guru yang menerima insentif hari ini itu ada pada delapan asnaf.

“Agar tidak terjadi simpang siur, melalui acara ini saya sampaikan yang boleh menerima zakat itu ada delapan asnaf” katanya.

Ismul, juga berharap, pada launching kedua “Lotim Cerdas” dan seterusnya nanti dapat terus berlangsung di Pendopo, “Mudah-mudahan kita bisa memenuhi semua hajatan musyrikin” singkatnya.

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close