Baznas Lombok Timur Akan Subsidi Guru Bergaji Rendah


AmpenanNews. Keberadaan Baznas Lombok Timur diharapkan sebagai salah satu lembaga yang berperan besar dalam pengentasan kemiskinan. Hal inilah yang mendasari upaya restrukturisasi pola penyaluran zakat pada kepengurusan Baznas Lombok Timur Provinsi Indonesia.

Gadis Cantik Wakili NTB di Ajang Putri Indonesia 2020

Belum lama ini, Sekretaris Baznas Lotim Abdul Hayyi Zakaria, menuturkan bahwa upaya restrukturisasi dilakukan agar arah penyaluran zakat lebih tertata. Dikarenakan, sebelum-sebelumnya masih tumpang tindih dengan penyaluran kepada fakir miskin dan juga ke tempat peribadatan.

Diharapkan kedepan, agar dana zakat yang masuk tersalurkan hanya kepada 8 Asnaf yang merupakan kriteria penerima zakat.

“Kita berharap, untuk proposal fisik seperti untuk Masjid dan Mushola diajukan ke Pemda. Karena kita ini fokusnya pengentasan kemiskinan,” ujar Hayyi.

Dijelaskannya lebih lanjut, rencana kerja Baznas kedepannya berupa pendistribusian zakat konsumtif kepada 500 fakir miskin per kecamatan setiap bulannya. Banyaknya jumlah Desa di Lombok Timur, yang mencapai 254 Desa dan Kelurahan, menjadi kendala dalam pendistribusian dengan pendekatan per Desa.

Sehingga, pendekatan pendistribusian per Kecamatan menjadi pilihan tepat untuk mengedepankan keadilan dalam pendistribusian dana umat.

“Kita targetkan dalam 4 tahun kedepan, semua kecamatan di Kabupaten Lombok Timur dapat tersentuh dari sisi zakat konsumtifnya,” pungkas dia.

Selain itu, kalangan buruh pasar juga menjadi salah satu target penyaluran zakat oleh Baznas Lotim. Setidaknya, 4 pasar besar yang ada di Lombok Timur telah ditetapkan sebagai sasaran awal. Yakni, Pasar Pancor, Pasar Masbagik, Pasar Paok Motong, dan Pasar Aikmel.

“Kemudian buruh pasar. Terutama 4 pasar besar yakni pasar Pancor, Aikmel, Masbagik, dan Paok Motong,” sebutnya.
Namun, dari pemaparan Hayyi, ada angin segar yang siap dihembuskan Baznas Lotim bagi guru-guru Non PNS di Lombok Timur.

Bagaimana tidak, Baznas juga akan memberikan subsidi berupa insentif bagi ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ yang telah lama mengabdikan dirinya di dunia pendidikan Lombok Timur.

“Kita punya program untuk guru. Berupa subsidi. Kita prioritaskan yang sudah lama mengajar, tapi belum mendapat insentif yang layak,” tuturnya.

Dengan penyaluran zakat yang terstruktur, masyarakat dapat lebih mudah memantau arah penyaluran zakat yang telah masuk ke Baznas Lotim.

Hayyi pun tak lupa meminta maaf kepada masyarakat, atas lambannya respon terhadap proposal-proposal yang telah masuk ke Baznas.

“Kita mohon maaf kepada masyarakat yang sudah mengajukan proposal. Karena kita sedang restrukturisasi. untuk sementara ini, terpaksa kita rem dulu,” ucapnya.


guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close