Anews. Forum Wartawan Media Online (FWMO) Lombok Timur menyoroti mekanisme penerimaan anggota baru dalam Rapat Kerja (Raker) Keenam yang dirangkaikan dengan peringatan hari ulang tahun atau milad ke-8, Rabu, 28 Oktober 2026.
Pembahasan penerimaan anggota baru menjadi salah satu isu utama dalam rapat yang digelar secara sederhana di Pondok Jurnal Reban Tebu. Sejumlah anggota menilai keterbukaan organisasi perlu diimbangi dengan ketentuan yang jelas agar proses perekrutan berjalan sesuai aturan.
Dewan Pembina FWMO Lombok Timur, Widianto, mengatakan organisasi FWMO selama ini telah berada di jalur yang tepat. Menurut dia, kekompakan anggota dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi modal bagi FWMO untuk terus berkembang.
Namun, ia menilai organisasi juga perlu membuka diri terhadap wartawan lain yang ingin bergabung. Keterbukaan tersebut, kata Widianto, harus disertai kejelasan persyaratan bagi calon anggota.
“Organisasi sudah sewajarnya membuka diri. Hanya saja, ketentuan bagi anggota baru yang akan bergabung perlu diperjelas dan dipertegas,” demikian inti pandangan Widianto dalam forum tersebut.
Sekretaris Dewan Pembina FWMO Lombok Timur, Dimyati, juga sependapat dengan gagasan itu. Ia menilai penerimaan anggota baru tidak hanya berkaitan dengan keterbukaan organisasi, tetapi juga kebutuhan regenerasi agar keberlangsungan organisasi tetap terjaga.
Dimyati mencontohkan mekanisme penerimaan anggota di organisasi profesi lain, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang memiliki tim khusus untuk menangani proses penerimaan anggota baru.
Menurut dia, pembentukan tim khusus dapat menjadi salah satu pertimbangan FWMO dalam merancang mekanisme perekrutan yang lebih terarah.
Ketua FWMO Lombok Timur, Syamsurrijal, menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dalam rapat kerja tersebut. Ia mengatakan seluruh pendapat anggota akan menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan program organisasi selama satu tahun ke depan.
Syamsurrijal juga menyatakan terbuka terhadap rencana penerimaan anggota baru. Namun, proses tersebut harus tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“Segera kita akan bentuk tim, soal teknisnya nanti kita bahas,” kata Rijal.
Raker Keenam FWMO Lombok Timur membahas sejumlah program kerja untuk satu tahun mendatang. Selain menjadi forum evaluasi dan perencanaan organisasi, pertemuan itu juga menjadi momentum untuk membicarakan arah pengembangan keanggotaan.
Setelah rapat kerja selesai, kegiatan dilanjutkan dengan perayaan milad ke-8 melalui prosesi tiup lilin dan pemotongan tumpeng bersama para tamu undangan, termasuk sejumlah wartawan dari media lain.
Perayaan berlangsung sederhana, tetapi semarak. Momentum delapan tahun perjalanan FWMO Lombok Timur tersebut sekaligus menandai pembahasan mengenai regenerasi dan keterbukaan organisasi terhadap wartawan yang ingin bergabung.
