Polresta Mataram Klarifikasi Proyek Dikes Lotim 2025, Muncul Isu Oknum Janjikan Paket Pekerjaan
Terjemahan

Anews. Polresta Mataram dikabarkan telah meminta klarifikasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur terkait sejumlah kegiatan yang berlangsung pada tahun 2025. Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, mengakui adanya pemanggilan tersebut.

‎Aries mengatakan pemanggilan itu sebatas klarifikasi. Karena materi yang dimintai penjelasan berkaitan dengan teknis kegiatan, Dinas Kesehatan menunjuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk memenuhi panggilan tersebut.

‎“Suratnya ke Dinas Kesehatan. Tentu yang memahami secara teknis kegiatan itu adalah PPK,” kata Aries kepada wartawan di Gedung Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa, 6 Oktober 2026.

‎‎Menurut Aries, dalam surat yang diterima Dinas Kesehatan, Polresta Mataram hanya meminta klarifikasi mengenai kegiatan pada 2025. Ia menegaskan pihaknya hanya memberikan penjelasan sesuai materi yang dimintakan.

Baca Juga :  Bupati Lotim Tinjau Langsung Progres IPLT Ijobalit

‎“Pemanggilannya terkait dengan kegiatan tahun 2025. Kami hanya menjelaskan itu saja, tidak lebih dan tidak kurang,” ujarnya.

‎Namun, Aries mengaku tidak mengetahui secara detail persoalan yang menjadi latar belakang permintaan klarifikasi oleh pihak kepolisian tersebut.

‎“Saya tidak tahu soal itu dan no comment, karena saya fokus terhadap apa yang menjadi tugas itu saja,” katanya.

‎Di tengah adanya klarifikasi tersebut, muncul informasi mengenai dugaan oknum yang disebut-sebut menjanjikan sejumlah paket proyek kepada pihak ketiga.

‎Informasi yang beredar menyebut paket pekerjaan yang dijanjikan tidak hanya berkaitan dengan Dinas Kesehatan, tetapi juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta RSUD dr. R. Soedjono Selong.

‎‎PPK yang memenuhi panggilan Polresta Mataram membenarkan bahwa dirinya dimintai penjelasan mengenai paket pekerjaan yang disebut telah dijanjikan oleh oknum kepada pihak tertentu.

Baca Juga :  Perayaan Milad ke-4 Forum Wartawan Media Online Lombok Timur

‎“Itu terkait dengan oknum yang menjanjikan proyek di Dikes, Dikbud dan RS Soejono, dan kami diminta kebenaran paket yang dijanjikan, hanya sebatas itu,” kata PPK yang memenuhi panggilan polisi tersebut atas perintah Kadikes melalui pesan singkat, saat dikonfirmasi Senin, 5 Oktober 2026.

‎Kendati demikian, belum diketahui siapa oknum yang dimaksud serta kepada siapa paket pekerjaan tersebut diduga dijanjikan?.

‎‎Belum ada pula keterangan resmi dari Polresta Mataram mengenai status penanganan persoalan tersebut, termasuk apakah klarifikasi itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana atau masih sebatas pengumpulan informasi?

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai