Anews. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memasang target pembangunan infrastruktur yang cukup ambisius. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menargetkan seluruh jalan kabupaten yang belum beraspal dapat mulus secara merata pada 2028-2029
Untuk mengejar target itu, pemerintah daerah telah menganggarkan sekitar Rp.250 miliar untuk periode 2026 – 2027 melalui skema tahun jamak. Pemkab juga menyiapkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 dan sekitar Rp.200 miliar pada 2027.
Warisin mengatakan pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan fiskal daerah untuk membiayai pembangunan. Pemkab, kata dia, harus aktif mencari sumber pembiayaan, termasuk dukungan pemerintah pusat.
“Kita tidak boleh berhenti, harus cari solusi. Jika hanya berdiam diri, kita tidak bisa membangun Lombok Timur. Alhamdulillah, dengan naiknya PAD dan komunikasi insentif ke Jakarta, hasilnya mulai terasa,” kata Warisin dalam dialog interaktif pada puncak Hari Jadi Lombok Timur ke-131 di Lapangan Tugu Selong, Senin, 31 Agustus 2026.
Program jalan menjadi salah satu fokus utama Pemkab Lombok Timur. Anggaran yang disiapkan akan digunakan untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan kabupaten secara bertahap.
Warisin menargetkan pada 2028-2029 tidak ada lagi jalan kabupaten yang belum tertangani.
“Target 2028-2029, seluruh jalan kabupaten yang belum diaspal ditargetkan mulus secara merata,” ujarnya.
Target tersebut menjadi salah satu pekerjaan besar pemerintah daerah mengingat jaringan jalan memiliki peran penting dalam menghubungkan sentra produksi, permukiman, kawasan wisata, serta pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemkab Lombok Timur juga menyiapkan program Lombok Timur Terang. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Pemerintah berencana memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) di seluruh ruas jalan daerah melalui kerja sama dengan pihak terkait.
PJU diharapkan tidak hanya meningkatkan keamanan pengguna jalan. Pemerintah juga melihat penerangan sebagai bagian dari upaya menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.
Pembangunan tidak hanya diarahkan pada infrastruktur jalan. Sektor pertanian juga mendapat perhatian melalui perbaikan jaringan irigasi.
Pemkab Lombok Timur menyebut telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian dan DPR RI. Lebih dari Rp.21 miliar dana swakelola disalurkan langsung kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk memperbaiki jaringan irigasi.
Perbaikan irigasi diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan aktivitas petani.
Pemerintah daerah juga tengah merancang perlindungan sosial bagi kader Posyandu. Rencananya, anggaran dialokasikan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) agar seluruh kader memperoleh perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Di sektor lingkungan, Lombok Timur terpilih sebagai penerima program Local Service Delivery Project (LSDP) Program dengan nilai belasan miliar rupiah tersebut diarahkan untuk mentransformasi sistem pengelolaan sampah menjadi lebih modern.
Pemkab Lombok Timur menyebut daerahnya menjadi satu-satunya penerima program Local Service Delivery Project (LSDP) di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Secara nasional, program tersebut mencakup 30 kabupaten/kota.
Pemerintah daerah juga membidik sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi.
Pemkab mendorong investasi pembangunan penginapan di kawasan selatan Lombok Timur, termasuk Kecamatan Jerowaru. Di sisi lain, pemerintah berupaya meningkatkan penerimaan pajak daerah dari sektor pariwisata di kawasan utara.
Warisin meminta masyarakat bersabar terhadap proses pembangunan. Menurut dia, berbagai program yang tengah dijalankan pemerintah daerah pada akhirnya bermuara pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“InsyaAllah, Lombok Timur akan semakin maju. Semua upaya ini kita kembalikan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Warisin.
