Anews. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram sebagai momentum hijrah menuju perubahan yang lebih baik. Menurutnya, peringatan tahun baru Islam tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Warisin saat menghadiri peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan santunan kepada 200 anak yatim piatu di Dusun Batu More, Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kamis (25/6).
Acara yang mengusung tema Membangun Persatuan dan Kesatuan dengan Meningkatkan Tali Silaturahmi tersebut merupakan tradisi yang telah berlangsung selama 46 tahun. Bupati mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Dalam sambutannya, Warisin menegaskan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memberikan perhatian khusus terhadap peringatan Tahun Baru Islam, termasuk melalui dukungan anggaran daerah.
”Kita ingin menghapus pemikiran masyarakat yang selalu ramai memperingati 1 Januari yang bukan milik umat Islam. Kita harus toleransi, tapi sebagai umat Islam yang memiliki tahun baru sendiri, semangat ini harus ditegakkan,” ujarnya.
Menurut Warisin, berbagai kegiatan yang digelar pada peringatan 1 Muharram, termasuk Car Free Night dan Car Free Day, dirancang tidak hanya untuk memperkuat syiar Islam, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
”Uang satu miliar yang kita keluarkan bisa menghasilkan puluhan miliar. Buktinya, UMKM kita gerakkan melalui Car Free Night dan Car Free Day. Kalau tidak seperti itu, pertumbuhan ekonomi kita sulit. Untuk meraih hasil yang besar, kita harus berani berkorban,” katanya.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya memuliakan anak yatim sebagai bagian dari ajaran Islam. Ia meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur turut berperan aktif mendukung kegiatan santunan yang diinisiasi masyarakat.
”Pemerintah wajib hukumnya untuk ikut serta dan mendukung kegiatan mulia ini,” katanya.
Ketua panitia, Sobahul Herawadi, mengatakan santunan tahun ini diberikan kepada 200 anak yatim yang berasal dari wilayah Montong Baan Selatan dan Montong Baan Induk. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati dalam kegiatan tersebut.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak Bupati di tengah-tengah kami. Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kita bersama terhadap anak-anak yatim,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Baznas Kabupaten Lombok Timur juga menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta kepada Desa Montong Baan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sosial.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua IV Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur, unsur pemerintah kecamatan, kepala desa, serta tokoh masyarakat. Penyelenggara berharap kegiatan yang rutin digelar setiap 10 Muharram itu terus menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat.
