Anews. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berencana membangun kandang ternak kolektif berbasis teknologi atau kandang ternak smart pada tahun 2026. Program tersebut digadang-gadang menjadi terobosan baru di sektor peternakan daerah yang selama ini belum memiliki fasilitas kandang modern berbasis teknologi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur, Ir. H. Masyhur, mengatakan pembangunan kandang tersebut telah masuk dalam rencana pemerintah daerah. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan untuk mewujudkan konsep kandang ternak yang sepenuhnya berbasis teknologi.
Di atas lahan seluas satu hektare yang telah disiapkan, kandang ternak itu direncanakan berdiri sebagai pusat pengembangan peternakan modern. Fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeliharaan ternak, tetapi juga diharapkan menjadi percontohan penerapan teknologi peternakan di Lombok Timur.
“Untuk anggaran pembangunan kandang tersebut kita diberikan Rp1,5 miliar. Kalau kita berbicara kandang yang smart, tentu anggarannya tidak cukup. Akan tetapi, kalau kita berbicara kandang manual tanpa teknologi, anggaran Rp1,5 miliar itu saya rasa cukup,” kata Masyhur.
Menurut dia, keberadaan kandang ternak smart akan menjadi sesuatu yang baru bagi Kabupaten Lombok Timur. Hingga saat ini pemerintah daerah belum memiliki fasilitas kandang ternak yang dilengkapi teknologi modern untuk mendukung pengelolaan peternakan secara terpadu.
Ia menilai pembangunan kandang tersebut akan memberikan nilai tambah bagi daerah. Selain meningkatkan kualitas pengelolaan ternak, fasilitas itu juga berpotensi menjadi tempat belajar bagi daerah lain yang ingin mengembangkan sistem peternakan modern.
”Kalau program ini terbangun, tentu sangat bagus karena kita akan menampilkan sesuatu yang tidak ada di daerah lain. Sehingga daerah lain dapat belajar ke daerah kita ke depannya,” ujarnya.
Meski demikian, Masyhur mengakui kebutuhan anggaran untuk mewujudkan kandang ternak smart masih cukup besar. Perkiraan biaya yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp.3 miliar, termasuk pengadaan teknologi pendukung operasional kandang dan kendaraan operasional.
Menurutnya, besaran anggaran tersebut diperlukan agar fasilitas yang dibangun benar-benar mampu menerapkan sistem peternakan modern sesuai konsep yang direncanakan.
Pemerintah daerah berencana mulai merealisasikan pembangunan kandang ternak kolektif berteknologi itu setelah pembahasan anggaran perubahan selesai dilakukan. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proyek tersebut akan menjadi salah satu langkah strategis Lombok Timur dalam mendorong modernisasi sektor peternakan dan meningkatkan daya saing daerah di bidang agribisnis peternakan.
