Anews. Proyek rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) untuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) ditargetkan memasuki proses lelang pada Juli 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Edi, mengatakan saat ini seluruh paket pekerjaan masih berada pada tahap perencanaan. Proses tersebut dilakukan dengan melibatkan konsultasi dan koordinasi dengan pihak teknis terkait guna memastikan kesiapan dokumen sebelum memasuki tahapan pengadaan.
“Target kami proses lelang dapat dilaksanakan pada bulan Juli 2026. Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan konsultasi ke PTP PUPR,” kata Edi.
Ia menjelaskan, program yang dibiayai melalui DAU tersebut mencakup pekerjaan rehabilitasi maupun pembangunan ruang kelas baru pada sejumlah satuan pendidikan dasar dan menengah.
Untuk tingkat SD Negeri, terdapat 25 paket pekerjaan yang akan dilaksanakan. Sementara itu, pada tingkat SMP terdapat empat paket pekerjaan dan untuk PAUD sebanyak enam paket. Selain itu, terdapat pula lima paket pekerjaan yang diperuntukkan bagi SD swasta.
Menurut Edi, tahapan perencanaan menjadi bagian penting sebelum proses lelang dilakukan. Pemerintah ingin memastikan seluruh dokumen teknis, perencanaan anggaran, serta persyaratan administrasi telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Setelah proses perencanaan rampung, paket-paket pekerjaan tersebut akan segera diajukan ke tahap pengadaan melalui mekanisme lelang. Pemerintah berharap pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan dapat segera dimulai pada tahun anggaran 2026.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, sekaligus mendukung kegiatan belajar mengajar yang lebih nyaman bagi siswa di tingkat SD, SMP, maupun PAUD.
