BPBD Lotim Imbau Warga Hindari Wisata Rawan Banjir dan Longsor
Terjemahan

Anews. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas wisata di wilayah rawan banjir dan longsor. BPBD juga meminta nelayan untuk sementara waktu tidak melaut karena gelombang laut yang tinggi.

‎Kepala BPBD Lombok Timur Lalu Mulyadi mengatakan, hingga saat ini Lombok Timur masih berada dalam masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Kondisi tersebut diperkuat dengan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 20–27 Januari yang menyebutkan potensi cuaca ekstrem masih sangat tinggi.

“Curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terjadi, ditambah angin kencang yang dipengaruhi siklon dari Australia,” kata Lalu Mulyadi, Jumat 23 Januari 2026

‎Ia menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut telah memicu sejumlah bencana angin puting beliung di beberapa wilayah, antara lain di Desa Kembang Kuning, Batu Nampar, dan Sakra Induk, Kecamatan Suela. Selain itu, bencana banjir dan tanah longsor juga mendominasi kejadian di Lombok Timur dalam beberapa hari terakhir.

‎BPBD mencatat longsor terjadi di sejumlah titik, seperti Tetebatu, Kecamatan Sembalun, dan Kecamatan Sikur. Sementara itu, banjir menyebabkan kerusakan infrastruktur, terutama jembatan penghubung antarwilayah.

‎“Setelah dilakukan inventarisasi, terdapat sekitar lima jembatan yang mengalami kerusakan ringan hingga berat,” ujarnya. Jembatan tersebut berada di Kecamatan Suela, Pringgasela, Masbagik, Orong Bukal, serta jembatan Sekarteje.

‎Menurut Lalu Mulyadi, jembatan yang mengalami kerusakan ringan berpotensi menjadi rusak berat apabila tidak segera ditangani. Saat ini, BPBD telah melakukan upaya perbaikan dalam tahap tanggap darurat. Untuk penanganan teknis dan pekerjaan fisik, BPBD mendorong dinas teknis terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar segera melakukan penanganan sesuai kewenangannya.

‎BPBD kembali mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas di bantaran sungai, jembatan, kawasan air terjun, daerah rawan longsor, serta wilayah pesisir. Gelombang laut di perairan Lombok Timur diperkirakan mencapai ketinggian 1,5 hingga lebih dari 2 meter.

‎“Nelayan kami imbau untuk beristirahat sementara dan tidak memaksakan diri melaut demi keselamatan,” kata Lalu Mulyadi.

Baca Juga :  Kemantapan Irigasi Lombok Timur Masih Tertinggal

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments