Bupati Lombok Timur Kawasan Sisik Bakal Ditata
Terjemahan

Anews. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyiapkan sejumlah agenda pembangunan daerah, mulai dari penataan kawasan bersejarah Sisik hingga pembenahan infrastruktur jalan. Pemerintah daerah juga memproyeksikan penghematan anggaran hingga Rp.257 miliar jika gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu untuk guru dan tenaga kesehatan ditanggung pemerintah pusat melalui APBN.
‎
‎Hal itu disampaikan Haerul Warisin saat meresmikan Kantor Lurah Tanjung yang telah direhabilitasi setelah terdampak bencana angin kencang. Peresmian berlangsung pada Rabu, 14 Oktober.
‎
‎Di hadapan jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, Haerul menegaskan bahwa kantor pemerintahan tidak semata-mata menjadi tempat bekerja aparatur, tetapi juga pusat pelayanan yang harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
‎
‎Ia meminta masyarakat ikut menjaga gedung yang telah diperbaiki tersebut. Sementara itu, lurah dan camat diminta meningkatkan kualitas pelayanan dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas.
‎
‎Menurut dia, perbaikan fasilitas pemerintahan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, kata dia, berkomitmen melanjutkan pembenahan fasilitas umum sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
‎
‎Salah satu agenda yang disoroti Haerul adalah potensi penghematan anggaran daerah apabila pemerintah pusat menanggung gaji PPPK penuh waktu bagi guru dan tenaga kesehatan.
‎
‎Jika skema tersebut terealisasi, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur diproyeksikan menghemat anggaran hingga Rp.257 miliar. Dana itu diharapkan dapat dialihkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperbaiki kualitas ruang publik.
‎
‎Namun, besaran penghematan tersebut masih bergantung pada realisasi kebijakan pembiayaan dari pemerintah pusat.
‎
‎Haerul juga menekankan pentingnya mengarahkan anggaran pembangunan pada kawasan yang memiliki nilai historis sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat.
‎
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian ialah Sisik. Ia meminta agar dialokasikan anggaran sebesar Rp. 2 miliar untuk menata kawasan tersebut, termasuk memanfaatkan aset tanah milik pemerintah daerah sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota.
‎
‎Menurut Haerul, Sisik memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan pemerintahan Lombok Timur. Kawasan tersebut disebut pernah menjadi pusat pemerintahan pertama pada masa penjajahan Belanda pada 1885.
‎
‎Karena itu, penataan Sisik tidak semestinya berhenti pada pembangunan fisik. Pemerintah daerah juga diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai ruang publik yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan ekonomi.
‎
‎Selain Sisik, kawasan Labuhan Haji juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki potensi sejarah dan wisata yang perlu dikembangkan kembali.
‎
‎Haerul berharap Sisik dan Labuhan Haji tidak hanya menjadi tempat warga memancing atau bersantai. Kawasan itu perlu diisi dengan berbagai kegiatan masyarakat yang dapat menarik pengunjung sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
‎
‎Pengembangan ruang publik, menurut dia, harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberadaan taman kota dan kawasan wisata diharapkan membuka ruang interaksi sosial sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
‎
‎Rencana tersebut menempatkan penataan kawasan bukan sekadar sebagai proyek mempercantik wajah kota, melainkan bagian dari upaya menghidupkan kembali potensi daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
‎
‎Pembenahan infrastruktur jalan juga menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, pemerintah daerah telah memetakan sejumlah titik yang membutuhkan perbaikan agar pengerjaan dapat dilakukan secara terencana.
‎
‎Haerul menyatakan ingin membawa perubahan terhadap wajah Kota Selong agar lebih indah dan tertata. Ia menilai kondisi kota perlu dibenahi setelah sekian lama dianggap tidak mengalami perubahan signifikan.
‎
‎”Sudah sekian lama Lombok Timur terkesan tidak mengalami perubahan yang signifikan,” ujarnya.
‎
‎Selain jalan, penataan trotoar juga masuk dalam agenda pembenahan. Pemerintah daerah berencana menyeragamkan desain trotoar agar tampilan kota lebih rapi dan nyaman bagi pejalan kaki.
‎
‎Rencana tersebut akan menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas ruang publik di Selong. Pelaksanaannya tentu membutuhkan perencanaan yang matang agar pembangunan tidak hanya menghasilkan perubahan visual, tetapi juga meningkatkan fungsi fasilitas bagi masyarakat.
‎
‎Sementara itu, Lurah Tanjung M. Martha Hardiyanto mengatakan gedung kantor yang telah direhabilitasi bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
‎
‎Ia menyatakan jajarannya berkomitmen menjadikan Kantor Lurah Tanjung sebagai pusat musyawarah masyarakat sekaligus tempat pelayanan administrasi yang cepat, transparan, dan berkeadilan.
‎
‎Menurut Martha, keberadaan kantor yang lebih representatif harus diikuti dengan peningkatan kinerja aparatur. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh fasilitas yang lebih baik, tetapi juga pelayanan yang lebih mudah dan berkualitas.
‎
‎Peresmian kantor tersebut turut dihadiri Camat Labuhan Haji, para lurah di wilayah Kecamatan Labuhan Haji, Tim Penggerak PKK, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
‎
Pasca rehabilitasi, tantangan berikutnya ialah memastikan fasilitas pemerintahan itu terawat dan benar-benar mendukung peningkatan pelayanan publik.
‎
‎Sementara itu, sejumlah agenda pembangunan yang disampaikan Bupati Lombok Timur akan membutuhkan tindak lanjut dalam bentuk perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan yang terukur agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Baca Juga :  Bupati Harapkan BUMD PT. Energi Selaparang Lakukan Peningkatan Kinerja

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai