PH AMAN Mataram gelar Verifikasi dan Diseminasi hasil peta wilayah adat Tanjung Karang
Terjemahan

Anews. Aliansi in h Adat Nusantara Mataram menyelenggarakan kegiatan verifikasi dan Diseminasi peta wilayah Adat komunitas Tanjung Karang pada kamis (22/10/2026) di Aula Kantor Lurah Tanjung Karang. Kegiatan ini menjadi bagian dari Upaya memperkuat dokumetasi wilayah adat serta mendorong keterlibatan Masyarakat dalam proses pemeriksaan serta penyempurnaan hasil pemetaan. Dalam acara tersebut hadir Lurah Tanjung Karang, Kasipem Kelurahan tanjung Karang, Kepala Lingkungan/keliang adat se Kelurahan Tanjung Karang, Ketua Komunitas Adat, Pemuda adat, Perempuan adat, Tokoh Nelayan, dan Tokoh Masyarakat adat Tanjung Karang

Pengantar kegiatan verifikasi dan diseminasi hasil, Ketua PH AMAN Mataram Lalu M. Iswadi Athar, Kegiatan ini merupakan tindaklanjut kegitan lokakrya dan pelatihan pemetaan wilayah adat, setelah tim lapangan mengambil titik kordinat darat dan laut. Maka kita melakukan verivikasi dan diseminasi hasil pemetaan. Forum ini menjadi ruang untuk membahas pemetaan wilayah adat, memeriksa informasi tercantum dalam peta, serta mengidentifikasi kebutuhan klarifikasi berdasarkan pengetahuan dan keterangan komunitas anggota Masyarakat adat.

Baca Juga :  Sosialisasi dan Deklarasi Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN)

Sambutan Lurah Tanjung Karang, Lalu Yasir Amri, S.STP. kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, bahwa kelurahan kami dipetakan wilayah adatnya di Komunitas Masyarakat Adat Tanjung Karang, yang akan sangat berguna bagi Masyarakat adat Tanjung Karang dalam menjaga kehidupannya semoga tetap lestari.

Fasilitator Pemetaan Wilayah Adat Sahnil, Pemetaan wiayah adat merupakan salah satu Langkah penting dalam mendokumentasikan ruang hidup Masyarakat adat. Wilayah adat tidak hanya memiliki dimensi geografis, tetapi juga berkaitan dengan Sejarah, identitas, hubungan sosial, tradisi dan berkelanjutan kehidupan komunitas. Ia memaparkan Tim kami sudah turun lapangan survey, fasilitas umum, fasisitas sosial, situs cagar budaya, dan ke tokoh-tokoh adat Tanjung Karang, dan telah memetakan di dua Lokasi darat dan laut dan hari ini kami paparkan hasilnya untuk kita verivikasi nama, batas wilayah adatnya, istilah penamaan Bahasa lokal,

Baca Juga :  Jambore Kampung BPAN Pkam Krekok

Dalam diskusi verivikasi pemetaan, Tokoh Masyarakat adat Tanjung Karang, Pak Ma’rif menyampaikan bahwa pemetaan ini bagi kami sangat bagus sekali, kami memiliki belian, mangku segare, dan ritual selamet sampan, silat kampung, tombak makam leluhur dan kearifan lokal lainnya. Untuk wilayah laut kami memilik banyak titik ikan dan termasuk perlu pelestarian terumbu karang sebagai tempat bermain ikan, tempat kami memancing menagkap ikan.

Bapak Zuhud, sebagai nelayan kami memiliki nelayan Masyarakat adat, tentu melalui pemetaan ini Bersama tim pemetaan baru kami tahu bahwa ternyata bahwa kami memiliki titik ikan yang terdata begitu banyak, kami tugasnya menjaga laut segare tanjung karang, menjaga kebersihan laut dan melakukan do’a dalam ritual adat ‘selamet sampan’ di pinggir Laut Tanjung Karang

Fasilitator Dalam diskusi verivikasi dan diseminasi hasil ini, bahwa keterlibatan Masyarakat adat sangat penting bahwa apa yang kami laksanakan ini adalah kebutuhan masyarakatr adat tanjung karang, verivikasi sebagai penguatan dokumentasi wilayah adat, penyesuaian informasi, batas wilayah adat, tim kami menemukan dalam radius 1 km wilayah laut menemukan ada 7 titik Lokasi ikan laut dan termasuk luas bermain ikan skitar 16,5 are bahwa ini meunjukkan bahwa laut kita masih banyak ikan dan penting untuk kita jaga kelestarian baik terumbu karang dan kehidupan ikan itu sendiri kata Sahnil

Baca Juga :  Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Mataram Gelar Pendidikan Kader Pemula

Melalui kegiatan ini, Closing Statemen, Iswadi. AMAN Mataram bersama komunitas masyarakat adat Tanjung Karang, Verivikasi dan Diseminasi hasil ini merupakan bagian dari Proses pemetaan partisipatif pemetaan wilayah adat Tanjung Karang, ini sebagai wahana untuk manjaga wilayah adat kita, ruang hidup Masyarakat kita dan memudahkan juga untuk Masyarakat adat kita dalam penerapan ‘awiq-awiq gubuk’ dalam menjaga adat dan budaya.

” Hal ini kami hajatkan dan persembahkan untuk Masyarakat Adat Kita untuk tetap Lestari,” pungkasnya.

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai