Pergerakan Perlinsos Lotim Tertinggi Nasional, 101 Ribu KK Sudah Terdata
Terjemahan

Anews. Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H.M. Juaini Taofik, menyebut pergerakan pendaftaran masyarakat melalui aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Lombok Timur menjadi yang tertinggi secara nasional dalam dua hari terakhir.

‎Lombok Timur merupakan salah satu dari 43 daerah yang ditetapkan sebagai wilayah uji coba aplikasi Perlinsos. Setelah melibatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu proses pendataan di tingkat desa, antusiasme masyarakat disebut terus meningkat.

‎“Alhamdulillah, dua hari yang lalu dan kemarin pergerakan kita tertinggi. Sekarang totalnya sudah mencapai 101 ribu sampai tadi malam,” kata Juaini Taofik.

‎Menurutnya, pada tahap awal pendataan menyasar masyarakat yang masuk desil 1 hingga 4 dengan target sekitar 140 ribu keluarga. Namun, Bupati Lombok Timur meminta agar pendataan tidak berhenti pada angka tersebut.

‎“Bapak Bupati menyampaikan kepada kita, tidak cukup 140 ribu, jadi semua kepala keluarga (KK),” ujarnya.

‎Juaini menjelaskan, penggunaan aplikasi Perlinsos memungkinkan pemerintah melakukan pemutakhiran data sekaligus mengetahui kondisi kelayakan masyarakat dalam menerima bantuan sosial. Dengan demikian, potensi inclusion error maupun exclusion error dapat diketahui.

‎Antusiasme masyarakat terhadap pendataan tersebut terlihat di sejumlah desa. Di Kecamatan Sambelia, misalnya, kehadiran ASN di kantor desa mendapat respons positif dari masyarakat.

‎“Masyarakat datang ke kantor desa itu seperti posyandu. Walaupun mereka tidak menerima bantuan saat ini, mereka ingin mengecek dirinya apakah layak atau tidak layak mendapat bantuan. Antusiasme masyarakat luar biasa,” ungkapnya.

‎Juaini juga mengungkapkan bahwa tingginya pergerakan pendaftaran Lombok Timur mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Ia mengaku menerima pesan WhatsApp dari staf Luhut Binsar Pandjaitan, yang terus memantau perkembangan pendataan melalui aplikasi Perlinsos.

‎Dalam dua hari terakhir, Lombok Timur tercatat berada di posisi teratas bersama Makassar dan Sumedang.

‎“Untuk dua hari ini yang tertinggi itu tiga kabupaten, Lombok Timur, Makassar dan Sumedang. Pergerakan kemarin kita 18.977 KK, Makassar 16.419 KK, Sumedang 16 ribu,” jelas Juaini.

‎Ia menilai capaian tersebut menunjukkan Lombok Timur menjadi salah satu daerah dengan kemampuan pendataan masyarakat yang cukup tinggi, meski waktu yang tersedia relatif terbatas.

‎Karena itu, Juaini mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur segera melakukan pendaftaran pada aplikasi Perlinsos sebelum batas waktu yang ditetapkan, yakni 31 Agustus.

‎Untuk pendaftaran melalui jalur mandiri, masyarakat perlu melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Namun, bagi masyarakat yang mengalami kendala dalam mengaktifkan IKD, pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan melalui ASN yang bertugas di kantor desa.

‎“Kepada bapak ibu yang belum bisa mengaktivasi IKD, silakan ke ASN yang sedang bekerja di kantor desa. Silakan manfaatkan,” katanya.

‎Selain kantor desa, layanan aktivasi IKD juga telah diperluas hingga posyandu. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan pendataan.

‎Juaini menyebut terdapat sekitar 501.146 KK di Lombok Timur yang diharapkan seluruhnya dapat terdaftar dalam aplikasi Perlinsos hingga batas waktu 31 Agustus.

‎“Harapannya, pada 31 Agustus semua sudah terdaftar di aplikasi Perlinsos,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Lotim Buka Selaparang Cup se Nusa Tenggara Barat

 

guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai