Anews. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur mengeluarkan imbauan tegas terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan siswa kelas akhir di jenjang PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta mencegah beban biaya berlebih bagi orang tua menjelang akhir tahun pelajaran.
Sekretaris Dinas Dikbud Lombok Timur, Lalu Bayan Purwadi, mengatakan sekolah diminta menyelenggarakan kegiatan perpisahan secara sederhana dan tidak berlebihan.
“Sekolah diminta memastikan kegiatan perpisahan berjalan sederhana, tidak berlebihan, dan tidak memberatkan wali murid,” ujar Bayan, Selasa, 7 April 2026.
Dalam edaran tersebut, Dikbud secara tegas melarang siswa melakukan konvoi atau pawai, baik setelah ujian sekolah maupun saat pengumuman kelulusan. Selain itu, kegiatan karyawisata atau study tour ke luar daerah maupun ke tempat wisata dalam rangka perpisahan juga tidak diperbolehkan.
Sebagai alternatif, kegiatan perpisahan dianjurkan dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan konsep sederhana dan sarat nilai pendidikan karakter. Kegiatan tersebut diharapkan diinisiasi oleh siswa, seperti melalui OSIS atau panitia siswa, dengan peran guru sebatas pembina dan pengawas.
“Guru dan pihak sekolah tidak boleh menjadi penyelenggara utama. Mereka hanya melakukan pengawasan agar kegiatan tetap sesuai norma dan tata tertib,” kata Bayan.
Dikbud juga melarang adanya pungutan biaya yang membebani orang tua siswa. Namun, sekolah tetap didorong memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai petunjuk teknis guna mendukung kegiatan secara wajar.
Kegiatan perpisahan juga dianjurkan diisi dengan aktivitas positif, seperti syukuran sederhana, pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi, hingga kegiatan sosial seperti gotong royong membersihkan lingkungan atau tempat ibadah.
Dikbud menegaskan kepala satuan pendidikan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kebijakan ini di masing-masing sekolah.
“Kami ingin memastikan momen kelulusan tetap bermakna tanpa harus berlebihan, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial kepada siswa,” ujar Bayan.
