Anews. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyalurkan insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) non-PPPK dan non-sertifikasi pada satuan pendidikan TK, PAUD, dan Kelompok Bermain (KB). Penyaluran dilakukan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur dan digelar di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu, 21 Januari 2026.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya, jajaran pimpinan Baznas Lombok Timur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Sosial. Penyaluran insentif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung kesejahteraan tenaga pendidik anak usia dini.
Dalam sambutannya, Haerul Warisin menyampaikan apresiasi kepada para guru TK dan PAUD yang dinilainya memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter dan masa depan generasi Lombok Timur. Menurut dia, guru pendidikan anak usia dini adalah teladan dalam pengabdian. “Jasa para guru yang telah mengajar dengan ikhlas pasti dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah,” ujarnya.
Ia mengakui besaran insentif yang diberikan belum sebanding dengan pengorbanan para guru. Namun, ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat agar para pendidik tetap sabar dan kreatif dalam mendidik anak-anak. “Pendidikan karakter dimulai dari TK dan PAUD,” kata Haerul.
Ketua Baznas Lombok Timur H. Muhamad Kamli mengatakan, total anggaran insentif tahap pertama tahun 2026 mencapai Rp440 juta. Dana tersebut disalurkan kepada 1.434 penerima manfaat yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Terara, Labuhan Haji, Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak, dan Jerowaru. “Sumber dana berasal dari zakat, infak, dan sedekah para muzaki yang disalurkan melalui Baznas,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Lombok Timur juga memberikan hadiah umrah kepada seorang guru PAUD, Kasturi, yang telah mengabdi selama 21 tahun di KB Tulus Ate, Dusun Kembang Kuning, Desa Banjar Sari. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi panjangnya di dunia pendidikan anak usia dini.
Pemerintah daerah berharap penyaluran insentif ini dapat memperkuat sinergi antara Pemkab Lombok Timur, Baznas, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan guru serta mendorong kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini.
