Gubernur NTB Dorong Orkestrasi Program Desa Berdaya, Tangani 106 Desa Prioritas
Terjemahan

Anews. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya orkestrasi dan kolaborasi terpadu antara pemerintah dan mitra pembangunan dalam menangani kemiskinan ekstrem. Gubernur menyatakan pemerintah provinsi siap mengambil peran sebagai “dirigen” untuk memimpin keterpaduan program agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran di 106 desa prioritas.

Ini disampaikan Gubernur Iqbal saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi bersama Mitra Pembangunan Pemerintah Provinsi NTB di Mataram, Jum’at (23/1/2026).

Begitu juga, Gubernur Iqbal mengungkapkan, pengentasan kemiskinan ekstrem merupakan pilar utama pembangunan daerah dalam lima tahun ke depan. Saat ini, terdapat 106 desa di NTB yang masuk kategori desa dengan kemiskinan ekstrem dan menjadi fokus utama penanganan pemerintah.

Baca Juga :  Universitas Mataram Berhasil Jalankan Program MBKM

“ Target utama kita adalah menghilangkan kemiskinan ekstrem. Ini adalah fondasi paling mendasar sebelum menyelesaikan persoalan sosial lainnya,” tegasnya.

Arahan yang disampaikan Gubernur Iqbal, menyoroti sejarah panjang keterlibatan mitra pembangunan di NTB sejak puluhan tahun silam. Pengentasan kemiskinan selama ini belum maksimal, lantaran kurangnya kolaborasi yang terstruktur.

” Persoalannya adalah lack of orchestration, tidak ada yang mengorkestrasi, tidak ada dirigennya. Masing-masing jalan sendiri,” tandasnya.

Kemiskinan jelasnya, adalah akar dari berbagai persoalan sosial, seperti pernikahan di usia dini. Oleh karena itu, penyelesaiannya tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi NTB mengimplementasikan program “Desa Berdaya” sebagai upaya penanganan kemiskinan ekstrem secara terintegrasi.

Baca Juga :  Gubernur Dukung Program Revitalisasi Irigasi Berbasis Teknologi

Miq Iqbal, sapaan akrabnya, memastikan pemerintah menyediakan basis data yang akurat mengenai lokasi dan kebutuhan desa-desa tersebut. Dengan data tersebut, mitra pembangunan diharapkan dapat menyelaraskan program kerja, sesuai dengan arahan pemerintah agar tidak tumpang tindih.

” Pemerintah provinsi tugasnya menyediakan data, memberikan arahan. Teman-teman mitra pembangunan yang memainkan alat musiknya, tetapi iramanya harus sama,” jelasnya mengibaratkan sinergi seperti orkestra.

Diterangkan pula, visi utamanya adalah mengurangi kemiskinan, sementara aspek unggulan lainnya seperti ketahanan pangan dan pariwisata diposisikan sebagai alat (tools) atau instrumen untuk mencapai tujuan tersebut.

” Tujuan utamanya nomor satu. Nomor dua, nomor tiga sebetulnya tools, alat untuk mengeluarkan dari kemiskinan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Kasad ke Lombok Dianugerahi Gelar Kehormatan Prawireng Jayeng Bhuwane

Rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta kesepahaman bersama antara pemerintah daerah dan mitra pembangunan. Bekerja secara terpadu dan terintegrasi, demi mewujudkan NTB yang bebas dari kemiskinan ekstrem. (pr)

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments