Keluarga Oknum Bidan Puskesmas Kute Resmi Dilaporkan

AmpenanNews.com – Ketua Umum (Ketum) Forum Analisis Kebijakan Untuk Rakyat Republik Indonesia (FAKTA RI) Muhanan, SH, dengan resmi melaporkan dugaan tindak pidana penyerangan dan intimidasi yang diduga dilakukan oleh puluhan keluarga oknum Bidan Puskesmas Kute, kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Laporan tersebut ia layangkan atas tindakan dari keluarga oknum Bidan yang mana pada saat itu sedang melakukan mediasi antara Mawardi alias Roby suami dari pasien bersalin, warga Desa Tumpak, Kecamatan Pujut dengan dua orang oknum Bidan yang berlangsung di Puskesmas Kute di Desa Kute, Kecamatan Pujut, pada Rabu, (04/05/22) kemarin.

Ketum FAKTA RI Muhanan, datang ke Polres Lombok Tengah didampingi oleh penasehat hukumnya yakni H. Muhammad Fauzan Azima, serta Ketum LSM Sasaka NTB Lalu Ibnu Hajar, ke Polres Lombok Tengah pada Kamis, (05/05/22).

Selain melaporkan dugaan tindak pidana penyerangan dan intimidasi, Ketum Fakta RI juga melaporkan dugaan tindak pidana Pasal UU Darurat Nomor 12 tahun 1951. Laporan yang ia layangkan itu saat ini sudah diserahkan sepenuhnya kepada Polres Lombok Tengah.

“Nanti kita buktikan hasil penyelidikan dan penyidikan Polres Lombok Tengah. Untuk  itu jangan kita debat kusir, saling mencari pembenaran dengan membangun opini publik untuk menutupi kesalahan,” kata Muhanan, SH usai menyampaikan laporan ke Mapoleres Lombok Tengah, Kamis siang tadi.

Pria yang berprofesi sebagai pengacara itu menceritakan penyerangan dan intimidasi yang diduga dilakukan oleh puluhan keluarga Oknum Bidan kepada dirinya saat datang ke Puskesmas Kute untuk mendampingi Mawardi suami pasien bersalin dalam rangka Mediasi antara Mawardi dengan dua orang oknum Bidan Puskesmas Kute yang diinisiasi oleh Kepala Puskesmas Kute Zainal Abidin.

“Saya datang ke Puskesmas untuk mendampingi Mawardi yang juga anggota saya (Fakta RI) yang diminta hadir oleh Kepala Puskesmas Kute untuk mediasi, dan klarifikasi pernyataan Mawardi di salah satu media online tentang dugaan penelantaran pasien bersalin oleh Bidan Puskesmas Kute,” ucap pria yang kerap disapa Gibest itu.

Namun sebelum mediasi dimulai lanjutnya, ia bersama pengurus Fakta RI termasuk Roby malah disambut dengan serangan, caci maki dan kata kata kotor oleh puluhan keluarga oknum Bidan. Bahkan dari keluarga bidan sampai ada yang membawa senjata tajam (Sajam) ke Puskesmas.

“Saya didorong, kacamata yang sedang saya pakai dirampas lalu dibanting sampai pecah ke Lantai, saya juga diludahi. Roby juga dipegang oleh sejumlah keluarga oknum Bidan, lalu didorong ke tembok,” ujarnya.

“Bahkan wajahnya (Roby) ditampar oleh salah satu dari dua oknum Bidan,” lanjutnya.

Yang paling ia sayangkan adalah tindakan dari keluarga Bidan itu yang sampai merampas dan memecah kaca mata yang ia kenakan. Baginya, kaca mata merupakan hal yang paling berharga dalam hidupnya.

“Kacamata itu sangat berarti, karena saya memiliki penyakit minus, jadi kacamata itu wajib saya pakai setiap hari. Dan laporan saya itu terlepas dari persoalan Roby dengan oknum Bidan, karena mereka sudah berdamai,” cerita Muhanan.

Muhanan menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya dan mempercayakan menangani kasus dugaan tindak pidana yang dilaporkannya tersebut kepada Polres Lombok Tengah.

“Hukum harus ditegakkan, sehingga ada pembelajaran untuk kita semua, terlebih lagi peristiwa itu terjadi di Fasilitas Publik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sasaka NTB, Lalu Ibnu Hajar menyayangkan sikap oknum Bidan Puskesmas Kute yang membawa urusan dan persoalan pekerjaan ke keluarga. Baginya, semestinya kritik, saran dan masukkan menjadi bahan introspeksi diri, terlebih lagi Bidan itu pelayan masyarakat yang membutuhkan tindakan medis (bersalin).

“Apa jadinya kalau seorang pelayan kesehatan melibatkan keluarga dalam persoalan pekerjaan atau kedinasan. Untuk itu Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Lombok Tengah harus mengambil keputusan tegas terhadap oknum Bidan termasuk Kepala Puskesmas Kute,” ujarnya. (di)

 

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close