Wilayah NTB Tetap Dalam Periode Kemarau Walaupun Potensi Hujan Ada

AmpenanNews. Kondisi iklim terkini di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, (NTB), tetap dalam periode kemarau walaupun potensi curah hujan pada dasarian III Agustus 2021 berada pada kategori Rendah (0 – 50 mm/das) Curah Hujan tertinggi terjadi di wilayah Tarano, Sumbawa dengan jumlah curah hujan sebesar 17 mm/dasarian.

Untuk sifat hujan pada dasarian III Agustus 2021 di wilayah NTB didominasi sifat Bawah Normal (BN). Sifat hujan Atas Normal (AN) terjadi di sebagian kecil wilayah Pulau Lombok bagian Selatan dan Timur, beberapa wilayah Sumbawa, Dompu, dan Bima.

Dari Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi NTB dalam kategori yang menengah (11-20 hari). Secara umum kondisi di Pulau Lombok masuk dalam kategori menengah (11 – 20 hari) dengan beberapa wilayah di bagian Tengah dan Timur dalam kategori sangat Pendek (1 – 5 hari).

Sedangkan di wilayah Pulau Sumbawa masuk dalam kategori menengah (11 – 20 hari) hingga Panjang (21 – 30 hari), namun di beberapa wilayah di sumbawa dan Bima terdapat HTH dengan kriteria kekeringan ekstrim(>60 hari). Kondisi HTH terpanjang terpantau di Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa yaitu sepanjang 121 hari.

Kemudian dari Indeks ENSO menunjukkan kondisi netral, diprediksi kondisi netral setidaknya akan berlangsung hingga awal tahun 2022. Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi IOD netral dan kondisi IOD Netral akan berlangsung hingga akhir tahun 2021.

Saat ini, secara umum didominasi angin timuran di wilayah Indonesia termasuk Prov. NTB dan diprediksi masih didominasi angin timuran hingga bulan Oktober 2021.

Dari pergerakan MJO saat ini terpantau aktif pada Fase 2 dan diprediksi masih akan aktif bergerak menuju Fase 3 dan Fase 4 hingga awal dasarian II September 2021.

Anomali OLR menunjukkan wilayah konveksi basah memasuki wilayah Indonesia bagian barat dan tengah pada pertengahan dasarian III Agustus hingga awal dasarian I September 2021.

Kondisi suhu muka laut disekitar wilayah Indonesia termasuk NTB, saat ini terpantau berada pada kategori netral hingga hangat. Berdasarkan kondisi tersebut, pada awal September 2021 peluang terjadinya hujan relatif sangat kecil di wilayah NTB.

Pada dasarian I September 2021, diprakirakan peluang curah hujan kurang dari 20 mm/dasarian sebesar > 90% terjadi hampir di seluruh wilayah NTB, terkecuali di wilayah Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan sebagian kecil Lombok Barat sebesar 10 – 20%. Untuk peluang curah hujan 50 mm, terjadi pada wilayah Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan sebagian kecil Lombok Barat sebesar 10 – 20%.

Dampak pada periode musim kemarau seperti saat ini masyarakat dihimbau agar lebih bijak menggunakan air bersih serta waspada akan potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan.

Namun demikian, masyarakat juga dihimabu tetap waspada dan berhati – hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem secara tiba-tiba yang bersifat lokal. Ketika akan memasuki puncak musim kemarau, suhu udara akan lebih dingin terutama pada malam hari dan angin yang bertiup lebih kencang. Masyarakat juga diharapkan untuk selalu memperhatikan informasi BMKG terlebih dahulu dalam perencanaan kegiatan dan tetap selalu menjaga kesehatan di masa pandemi ini.

Untuk info lebih lanjut mengenai Informasi Iklim di Provinsi Nusa Tenggara Barat silahkan menghubungi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Telepon 0370-674134 dan fax 0370-674135, Whatsapp : 081917465601 Website: iklim.ntb.bmkg. Narasumber : Made Budi S & Ni Made Adi P, BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Tags
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close
Close