Serapan DD Belum Maksimal Disorot Bupati Lotim


AmpenanNews. Bupati Kabupaten Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy, soroti serapan Dana Desa (DD) hingga sampai dengan saat ini masih belum maksimal.

Tidak maksimalnya serapan Dana Desa tersebut disinggung oleh Bupati dalam rapat yang digelarnya bersama Camat dan sejumlah pimpinan OPD, pada Kamis (18/02).

“Dari 239 jumlah Desa di Lotim baru 8 Desa yang sudah mencairkan Dana Desanya” ucap, Sukiman.

Hal tersebut kemudian sangat Ia sayangkan mengingat Dana Desa diharapkan sebagai stimulus untuk menggerakan pekonomi masyarakat di tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19.

Para camat diharapkan oleh Bupati agar mampu mendorong Desa untuk segera memenuhi persyaratan pencairan dana desanya.

“Camat dan OPD terkait seperti, BPKAD, Inspektorat, dan BPMD dapat berkoordinasi dan bersinergi untuk menuntaskan persoalan tersebut. Salah satunya dengan cara menyederhanakan prosedur pencairan DD, tentunya dengan pertanggungjawaban jelas” harapnya.

Dalam rapat, Bupati juga berkesempatan membahas kasus covid-19 yang masih fluktuatif di Lotim.

Berdasarkan rilis terakhir Gugus Tugas Covid-19 Lombok Timur per-17 Februari 2021, kasus terkonfirmasi Covid-19 di daerah ini sebanyak 39 dan masih isolasi, sembuh sebanyak 914 dan 33 meninggal. “Ini merupakan angka yang relatif tinggi sehingga pemerintah tidak boleh diam” ingatnya.

Seluruh OPD terkait juga diminta oleh Bupati, agar segera mengambil Langkah demi mencegah semakin meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur. Kepada semua masyarakat juga diimbau agar tidak abai menerapkan protokol kesehatan mulai dari desa.

“Camat tidak memberikan izin untuk pelaksanaan acara tradisi seperti nyongkolan dan tradisi lainnya. Selain itu ditekankan pula agar Camat dan jajarannya mengecek pelaksanaan protokol kesehatan di fasilitas publik, termasuk masjid dan sekolah” pintanya.

Selain diharapkan kepada para camat untuk mengecek pelaksanaan protokol kesehatan di fasilitas publik, Bupati juga meminta untuk diadakannya test swab dengan metode sampling. Hal ini terkait munculnya kasus baru di Pondok Pesantren yang umumnya merupakan kasus tidak bergejala.

“Contac tracing yang cepat dan tepat juga dituntut untuk mencegah penyebaran lebih luas. Penggunaan metode rapid antigen diharapkan dapat mempercepat proses. Metode ini dapat dilakukan oleh petugas Puskesmas yang ada di masing-masing wilayah dan telah diberi pelatihan yang memadai” singkatnya.


guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close