Universitas Mataram Resmikan Gedung Isolasi Covid-19


AmpenanNews. Pasca RS. Universitas Mataram ditetapkan sebagai laboratorium pemeriksaan spesimen Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan (Menkes) RI dan penetapan sebagai rumah sakit second line (rujukan kedua) penanggulangan penyakit infeksi emerging tertentu melalui Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Universitas Mataram atau Unram, Senin (20/4), meresmikan Gedung Isolasi Covid-19 Rumah Sakit (RS) Unram.

Universitas Mataram Gandeng Fizz dan Nutana Hotel Jadi Isolasi Mandiri

Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, S.H., M.Hum. dalam sambutannya mengatakan, saat ini Laboratorium RS Unram telah memiliki alat Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), untuk pemeriksaan spesimen Covid-19 dan telah memulai pemeriksaan spesimen sejak pekan lalu. Karena itu, RS Unram juga telah menyediakan ruang isolasi bagi pasien Covid-19, yang dinyatakan positif atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan kapasitas 10 orang.

“Mulai hari Senin, 20 April 2020 RS Unram siap menerima pasien Covid-19, yang dinyatakan positif atau Pasien Dalam Perawatan (PDP) untuk menjalani isolasi dan perawatan, dengan kapasitas 10 orang pasien terpapar Covid-19 dan akan dikembangkan menjadi kapasitas 50 orang termasuk untuk 10 bed ICU,” ungkapnya.

Rektor berharap dengan adanya alat RT-PCR dan ruang isolasi pasien Covid-19 di RS Unram, akan dapat membantu masyarakat NTB dalam mempercepat diagnosis dan penanganan pasien Covid-19 sehingga mempercepat pemutusan mata rantai pandemik.

Melalui video conference, Prof. Husni tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis khususnya lingkup RS Unram, yang tanpa kenal lelah dan mengabaikan rasa takut berjibaku dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Terima kasih kepada seluruh tenaga medis, perawat, dokter khususnya di Rumah Sakit Unram yang telah berusaha keras, dalam menangani pandemik Covid-19 ini, serta kepada semua pihak yang juga terlibat membantu masyarakat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ucap Rektor.

Sementara itu, Direktur RS Unram dr. Taufik, Sp.OT. yang ditemui usai peresmian mengatakan, selain ruang isolasi RS Unram pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan dua hotel di Kota Mataram, untuk dijadikan lokasi isolasi mandiri.

“Langkah ini sebagai upaya untuk memberikan alternatif bagi masyarakat menengah ke atas, yang memerlukan tempat untuk isolasi mandiri. Mulai hari ini kita RS Unram membuka kerjasama isolasi mandiri dengan Hotel Nutana dan Fizz Hotel,” ungkapnya.

“Selain membantu pasien juga kita membantu pihak perhotelan. Kita lihat kan kalau di hotel sekarang kan banyak terjadi PHK (pemutusan hubungan kerja, red) dan lain sebagainya, kemudian kamarnya juga tidak terpakai. Jadi kita melihat peluang itu, alangkah baiknya pasien yang memang mampu kita taruh aja di hotel untuk isolasi mandiri,” lanjutnya.

Dijelaskan, bagi pasien yang isolasi mandiri di kedua hotel tersebut dipastikan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Satgas Covid-19, seperti untuk masalah medis akan tetap dipantau Tim RS Unram.

“Artinya bahwa pasien isolasi mandiri di kedua hotel tersebut, akan mendapat pemeriksaan kesehatan dan rapid test, setelah 14 hari menjalani isolasi kembali dilakukan pemeriksaan hingga pemberian surat keterangan sudah melakukan isolasi mandiri,” jelasnya.

“Namun jika kondisi pasien selama dalam isolasi mandiri ada gangguan atau menunjukkan gejala lebih parah, maka Tim dari RS Unram akan menjemput untuk dilakukan pemeriksaan swab PCR. Sedangkan para petugas di dua hotel yang dijadikan lokasi isolasi mandiri, juga diberikan pembekalan sesuai SOP Satgas Covid-19,” tambahnya.


guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close