Sekda Lombok Timur Dorong DMI Optimalkan Ribuan Masjid untuk Pembangunan Daerah
Terjemahan

Anews. Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menekankan pentingnya variabel yang terukur dalam menentukan keberhasilan organisasi. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Lombok Timur periode 2025–2030 di Pendopo Bupati, Kamis, 15 Januari.

‎Menurut Juaini, keterbatasan sumber daya bukan faktor utama penghambat kinerja organisasi. Ia menilai Istiqomah dan konsistensi dalam menjalankan program justru menjadi penentu hasil akhir. “Keberhasilan visi dan misi sangat bergantung pada ukuran yang jelas dan dijalankan secara berkelanjutan,” ujarnya.

‎Juaini juga menyoroti besarnya potensi tempat ibadah di Lombok Timur. Tercatat terdapat 4.268 masjid dan mushalla yang tersebar di seluruh wilayah. Jumlah tersebut, kata dia, dapat menjadi kekuatan strategis untuk mendukung visi pembangunan daerah. “Bayangkan potensi besar dari 4.268 titik tersebut. Kita harus berkolaborasi dan bersinergi demi mewujudkan masyarakat Lombok Timur yang maju, adil, religius, dan transparan,” katanya.

‎Ia memaparkan tiga variabel penting dalam menggerakkan roda organisasi DMI ke depan, yakni sinergi dan kolaborasi, komunikasi, serta kepatuhan terhadap garis organisasi. Juaini meminta kepengurusan yang baru menjaga disiplin organisasi agar tujuan besar DMI dapat tercapai secara efektif. Ia pun berharap DMI Lombok Timur menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat.

‎Ketua Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Masyhur menyatakan sependapat dengan pandangan Sekda. Ia menyoroti rasio jumlah penduduk dan masjid di Lombok Timur yang tertinggi di NTB. Namun, Masyhur mengingatkan masih kuatnya orientasi ritual di sebagian besar masjid. “Data menunjukkan sekitar 74 persen masjid masih dominan pada ibadah ritual semata. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pengurus yang baru untuk memperluas fungsi sosial, ekonomi, dan pendidikan,” ujarnya.

‎Selain itu, Masyhur menekankan tantangan keterlibatan generasi muda di masjid. Ia mendorong DMI Lombok Timur membuka ruang seluas-luasnya bagi kaum milenial, salah satunya melalui konsep masjid ramah anak. Transformasi digital, menurut dia, juga perlu diterapkan tidak hanya pada dakwah, tetapi pada manajemen dan pendataan masjid berbasis teknologi informasi agar tata kelola lebih transparan dan akurat.

‎Sementara itu, Ketua DMI Kabupaten Lombok Timur M. Husni Mubarak menyampaikan komitmennya menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam yang berkontribusi bagi kemajuan daerah. Ia menargetkan penguatan fungsi sosial masjid, peningkatan kualitas pengelolaan, pengembangan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an berbasis masjid ramah anak, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Acara pengukuhan tersebut dihadiri unsur Forkopimda serta pengurus wilayah DMI Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga :  KSP Terima Audiensi Bupati Lombok Timur Bahas Pendirian Sekolah Garuda

 

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
terbaru
terlama terbanyak disukai
Inline Feedbacks
View all comments