Anews. Muazzin resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Surabaya Utara, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WITA. Kedatangannya ke sekretariat panitia pendaftaran diiringi keluarga besar dan ratusan pendukung.
Di tengah prosesi pendaftaran, sebuah momen menarik perhatian warga yang hadir. Muazzin bergegas menggendong ibunya untuk membantunya melewati pintu masuk sekretariat yang cukup tinggi. Adegan itu menjadi salah satu peristiwa yang mewarnai langkah awalnya menuju kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Surabaya Utara 2027.
Dalam sambutannya, Muazzin mengatakan sengaja memilih Jumat sebagai hari pendaftaran karena bertepatan dengan hari kelahirannya. Ia juga menegaskan bahwa keputusannya maju dalam Pilkades telah dipertimbangkan secara matang dan mendapat dukungan keluarga.
Menurut Muazzin, restu kedua orang tua, istri, serta orang tua istrinya menjadi bekal penting dalam mengambil keputusan tersebut.
“Restu mereka adalah azimat paling manjur untuk melakukan apa pun di dunia ini,” kata Muazzin.
Bagi dia, dukungan keluarga bukan sekadar penguat langkah pribadi, melainkan juga bagian dari keyakinannya untuk menjalankan niat pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap pencalonannya dapat menjadi jalan untuk mendorong perubahan di Desa Surabaya Utara.
Dalam pemaparannya, Muazzin memperkenalkan gagasan pembangunan desa yang dirangkum dalam konsep SUTRA, singkatan dari Sejahtera, Unggul, Terkemuka, Ramah, dan Aman.
Ia menjelaskan, kelima unsur tersebut saling berkaitan dan menjadi landasan gagasannya untuk membangun desa. Penerapannya, kata dia, tidak harus dilakukan sekaligus, tetapi dapat dijalankan secara bertahap dan berkesinambungan sesuai kebutuhan serta kemampuan desa.
Muazzin meyakini konsistensi dalam menjalankan kelima unsur tersebut dapat menjadi salah satu jalan untuk mendorong kemajuan Desa Surabaya Utara.
“Tidak ada niat lain kecuali ingin melihat perubahan di desa kami tercinta ini,” ujarnya.
Meski demikian, gagasan SUTRA yang diperkenalkannya masih berupa konsep umum. Penjabaran lebih terperinci mengenai program prioritas, tahapan pelaksanaan, serta sumber pembiayaan pembangunan akan menjadi bagian penting untuk menjelaskan bagaimana gagasan tersebut dapat diwujudkan apabila ia terpilih.
Selain menyampaikan gagasan pembangunan, Muazzin mengingatkan masyarakat agar menjaga situasi tetap kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.
Ia menyebut Pilkades sebagai pesta rakyat yang semestinya dijalani dengan santai dan penuh kegembiraan, bukan menjadi sumber perselisihan di tengah masyarakat.
Menurut Muazzin, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, ia berharap kontestasi pemilihan kepala desa dapat menjadi kesempatan bagi warga untuk menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik tanpa merusak hubungan persaudaraan.
Pesan tersebut menjadi penting mengingat persaingan dalam pemilihan di tingkat desa kerap berlangsung di tengah hubungan sosial yang dekat, baik dalam lingkungan keluarga maupun antar tetangga.
Bagi Muazzin, menjaga kerukunan masyarakat harus tetap menjadi perhatian selama proses pencalonan hingga pelaksanaan pemilihan.
Kedua orang tua Muazzin turut hadir mendampingi putra mereka saat mendaftarkan diri. Mereka mengaku bangga atas keputusan Muazzin untuk mengambil langkah pengabdian melalui kontestasi Pilkades.
Keduanya menyatakan mendukung keputusan tersebut selama tujuannya untuk kepentingan masyarakat luas. Mereka juga meyakini putranya memiliki kemampuan untuk menjalankan niat tersebut.
Menurut keluarga, Muazzin selama ini telah mampu memenuhi kebutuhan keluarganya melalui usaha yang dijalankan. Karena itu, mereka memandang keputusannya maju sebagai bakal calon kepala desa sebagai upaya memperluas pengabdian, bukan semata-mata mencari penghidupan.
Dengan mendaftarkan diri dan membawa konsep SUTRA, Muazzin kini menjadi bagian dari dinamika pencalonan Kepala Desa Surabaya Utara menjelang Pilkades 2027.
Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gagasan pembangunan tersebut menjadi program yang terukur, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Pada akhirnya, gagasan dan komitmen para bakal calon akan menjadi bagian dari pertimbangan warga dalam menentukan pemimpin desa mereka.
