Baliho Dari Karung Bekas

Ampenan News. Ada keunikan khusus yang dimilikinya yang dimiliki oleh Calon Anggota Legislatif (Caleg) partai Gerindra ini karena dinilai sebagai hal yang baru di dunia politik.

Salah satu keunikan yang diperlihatkan oleh Niswadi tidak dimiliki oleh caleg lain dalam menghadapi pemilihan umum 2019, Niswadi pun mengakui tak memiliki rasa malu untuk memasang Atribut Kampanyenya (Baliho) yang di rancang dengan menggunakan Karung bekas.

Caleg Partai Gerindra Niswadi Esa (38) juga mengaku bekerja sebagai petani kemiri yang berasal dari Kelurahan Dulamayo Utara Dusun 3 Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, saat di temui oleh awak media Jumat, (4/01/2019), di Sekretariat DPD Gerindra, dirinya mengakui bahwa alat peraga kampanye (Baliho) memang benar dari bahan dasar karung bekas ” Ya, memang benar kalau baliho saya itu terbuat dari karung bekas yang bertuliskan, untuk DPRD Kabupaten 2 Gerindra 1 Niswadi Esa, politik bukan hanya untuk orang Kaya, buat saya sendiri hal ini tidak menjadi masalah, biarlah masyarakat yang menilai saya,” kata Niswadi.

Saat ditemui Ia pun menjelaskan alasanya tidak menggunakan baliho seperti pasangan calon lainnya “Saya hanyalah seorang Petani, tidak mungkin saya bisa membuat baliho yang cukup banyak seperti calon-calon yang lain, saya juga harus membiayai keluarga, kalau mau buat baliho keluarga saya mau makan apa?” lanjutnya.

” Politik itu bukan hanya untuk orang yang kaya, melainkan pengabdian kita kepada masyarakat, dunia politik tidak segampang yang kita pikirkan, intinya adalah saya mencalonkan diri untuk pengabdian saya kepada masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Niswandi pun menerangkan bahwa baliho yang terbuat dari karung bekas sudah terpasang di beberapa titik yang ada di Kab. Gorontalo, “Sudah sekitar 27 baliho terbuat dari karung bekas tersebut terpasang di beberapa titik jalan yang ada di Kabupaten Gorontalo,” imbuhnya di akhir wawancara Ketua Badan Pemenangan Pemilu Gerindra Provinsi Gorontalo Zulfikar Taharu juga menjelaskan, bahwa ini bukan pencitraan, “Niswadi bikin alat peraga kampanye dari karung, ya karena memang dia tidak mampu bikin baliho seperti caleg- caleg lain, tekad kami dari Gerindra adalah kami ingin memastikan bahwa politik tidak lagi dikuasai oleh para pemodal besar saja, siapapun berhak ikut pada kontestasi politik dan memperjuangkan apa yg ingin dia perjuangkan, tanpa melihat dia punya uang atau tidak .” Jelas Zulfikar

Sumber : 60Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close