Peran Lembaga Adat Dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana


Ampenan News. Majelis Adat Sasak (MAS) kemarin (29/08) mengadakan lokakarya dengan melibatkan komunitas-komunitas adat Sasak. Kegiatan bertajuk “Peran lembaga adat dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) sebagai bagian dari penyusunan Perencanaan Strategis Majelis Adat Sasak” diselenggarakan di aula Kantor Camat Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Acara sehari penuh ini menghadirkan pembicara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTB dan Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang NTB.

Pada sesi stimulasi memori kolektif peserta lokakarya tentang rangkaian bencana gempa 7.0 SR Lombok setahun silam. Ketua Pelaksana Lokakarya, Dr. Lalu Ari Irawan menyampaikan dalam sambutannya bahwa inilah wujud upaya MAS untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dalam bingkai adat istiadat masyarakat Sasak.

” Banyak potensi kearifan lokal yang bisa direvitalisasi guna mengurangi risiko yang ditimbulkan bencana alam. Misalnya penggunaan ragam sastra sebagai media pembelajaran tentang kebencanaan bagi masyarakat di segala usia maupun lapisan masyarakat, ” imbuhnya Dr. Lalu. Ari Irawan.

Begitu juga dengan Kepala Cabang ACT NTB, L. M. Alfiyan mendukung inisiatif MAS ini dan menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dalam berbagai upaya terkait PRB.

Senada dengan itu, Hj. Lies dari BPBD NTB juga menegaskan pentingnya kearifan lokal untuk diberikan peran dalam menyikapi persoalan kebencanaan.

Pada sesi di siang harinya, seluruh peserta terlihat antusias berdiskusi menyusun dokumen refleksi permasalahan yang muncul selama terjadinya bencana alam berdasarkan pengalaman yang mereka jalani. Peserta juga sangat kritis dalam mengajukan usulan upaya PRB yang berbasis adat istiadat.

Camat Kayangan, H. M. Thohir, S.H. menyambut baik kegiatan lokakarya dan berencana untuk mengadakan kegiatan rutin sangkep (musyawarah) bagi komunitas-komunitas adat di wilayahnya.

Tidak lupa pula Ketua Harian MAS, Drs. Lalu Bayu Windia, walau melalui sambungan telepon karena sedang berada di Jakarta menyampaikan bahwa kegiatan lokakarya tersebut terlaksana melalui komunikasi yang baik dengan Yayasan Sheep Indonesia (YSI), sebuah NGO yang memiliki rekam jejak terkait kebencanaan di Indonesia dan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara, dalam hal ini Camat Kayangan.

” MAS bulan depan akan mengadakan pelatihan mediasi sebagai rangkaian dari kegiatan lokakarya kemarin. Semua upaya yang kami lakukan di MAS adalah bentuk upaya kami dalam memelihara marwah dan martabat masyarakat Sasak. MAS juga mengadakan berbagai kajian ilmiah dan forum-forum diskusi serta implementasi banyak program strategis. Kami tidak sedang membangun menara gading di sini, karena MAS adalah seluruh masyarakat Sasak di manapun mereka berada ” tutup Bayu. @L007Dr.


guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Baca Juga :

Close